Konten dari Pengguna

Mengenal Potensi Komoditas Sumber Daya Alam Desa Tampung Yang Bernilai Ekonomis

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN 94 UINSA Desa Tampung, Rembang, Pasuruan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tampung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan yang memiliki potensi sumber daya alam yang beragam. Padi dan jagung menjadi komoditas utama yang paling banyak dibudidayakan.

Komoditas Sumber Daya Alam Desa Tampung, Rembang, Pasuruan, Jawa Timur
zoom-in-whitePerbesar
Komoditas Sumber Daya Alam Desa Tampung, Rembang, Pasuruan, Jawa Timur

Komoditas sumber daya alam (SDA) merupakan berbagai macam hasil alam yang ada dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kehidupan sehari-hari serta menjadi sumber pendapatan utama masyarakat. Komoditas tersebut berasal dari berbagai macam sektor, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang memiliki nilai ekonomi. Komoditas SDA yang dikelola dengan baik berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Desa Tampung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan yang memiliki potensi sumber daya alam yang beragam. Mayoritas masyarakat berproesi di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Padi dan jagung menjadi komoditas utama yang paling banyak dibudidayakan, adapun terdapat berbagai komoditas lainnya seperti bunga sedap malam, bunga pacar air, pisang cavendish, pisang batu, kelor, mangga, dan daun nilam. Selain itu, terdapat sektor peternakan yang berkembang melalui budidaya ayam petelur dan bebek petelur, Sedangkan sektor perikanan menghasilkan ikan lele, nila, dan mujair. Desa Tampung juga memiliki potensi lumpur yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batu bata.

Padi, Komoditas Unggulan Desa Tampung, Rembang, Pasuruan, Jawa Timur

Padi merupakan salah satu komoditas unggul dalam sektor pertanian di Desa Tampung, sebagian besar lahan pertanian di desa ini dimanfaatkan untuk budidaya padi karena didukung oleh kondisi lahan yang subur. Hasil panen padi dimanfaatkan sebagai bahan pangan pokok sekaligus menjadi sumber pendapatan masyarakat. Meskipun memiliki manfaat yang besar, pengembangan komoditas padi di Desa Tampung masih menghadapi beberapa tantangan, seperti perubahan cuaca, serangan hama dan penyakit tanaman, serta naik turunnya harga hasil panen yang mempengaruhi pendapatan petani.

Padi di Desa Tampung dikembangkan melalui berbagai inovasi yang dapat meningkatan kualitas dan nilai ekonomi hasil panen. Selain dipasarkan sebagai beras konsumsi, padi juga berpeluang diolah menjadi beras kemasan dan tepung beras. Selain itu, limbahnya dapat dijadikan briket dan pakan ternak. Pengembangan tersebut perlu didukung oleh penerapan budidaya yang lebih baik serta pelatihan bagi masyarakat mengenai pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk agar manfaat ekonomi yang diperoleh petani semakin optimal.

Jagung, Komoditas Unggulan Desa Tampung, Rembang, Pasuruan, Jawa Timur

Komoditas unggulan berikutnya adalah jagung. Sama halnya dengan padi, jagung juga memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Perbedaannya terletak pada inovasi produk yang dapat dikembangkan dari hasil panen maupun limbahnya. Jagung yang sudah dipanen seringkali dimanfaatkan sebagai jagung konsumsi yang dijual ke pasar atau bisa dikeringkan menjadi pakan burung. Sementara itu, limbah jagung juga berpotensi menjadi beberapa produk, seperti bonggol jagung bisa dimanfaatkan menjadi briket dan media tanam jamur, begitupun juga dengan kulit jagung yang dapat dijadikan beberapa hiasan dan dijadikan tas anyaman.

Kelor, Kokoditmoditas Unggulan Desa Tampung, Rembang, Pasuruan, Jawa Timur

Komoditas yang terakhir adalah daun kelor. Tanaman ini umumnya banyak dijumpai di pekarangan rumah warga di desa Tampung dan biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman yang dikonsumsi sehari-hari. Keberadaan pohon kelor yang tersebar di pekarangan rumah menunjukkan bahwa pohon kelor mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan yang rumit, kelor juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Meskipun belum dibudidayakan secara khusus, kelor berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi apabila dimanfaatkan dan diolah secara optimal. Daun kelor memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Berbagai inovasi produk dapat dikembangkan, seperti bubuk kelor yang nantinya bisa menjadi bahan campuran untuk membuat teh kelor, gummy, hingga makanan atau minuman berbahan dasar kelor. Produk-produk tersebut tidak hanya mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelor, tetapi juga dapat menjadi alternatif usaha berbasis sumber daya lokal yang berpotensi menambah pendapatan masyarakat. Meskipun memiliki peluang yang cukup besar, pengembangan komoditas kelor di Desa Tampung masih menghadapi beberapa kendala. Pemanfaatan kelor yang masih bersifat tradisional menyebabkan potensi ekonominya belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan hasil, pengemasan produk, dan strategi pemasaran menjadi salah satu faktor yang menghambat pengembangan komoditas ini. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar kelor dapat diolah menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki daya tarik di pasaran. Dengan pengolahan yang tepat, produk olahan berbahan dasar kelor diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya alam lokal secara lebih optimal sehingga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh desa Tampung menjadi aset berharga yang dapat terus dikembamgkan untuk mendukung kemajuan desa. Berbagai macam komoditas, mulai dari padi, jagung hingga daun kelor, tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat, tetapi juga menyimpan peluang besar untuk diolah menjadi produk yang bernilai tinggi. Dengan menggabungkan sumber daya alam, berbagai inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, komoditas lokal Desa Tampung dapat berkembang menjadi produk yang lebih bernilai dan berdaya saing tinggi. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, potensi tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan perekonomian desa, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Author: 1. Harum Nur Azizah 2. Indi Putri Mardifa 3. Muhammad Salman Arifin

Mahasiswa KKN 94 UINSA