Konten dari Pengguna

Tak Cukup Bersihkan Sampah, Mahasiswa KKN UPI Bangun Komitmen Warga Jaga Sungai

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN Kelompok 3 Desa Cintajaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto aksi bersih sampah sungai Desa Cintajaya
zoom-in-whitePerbesar
Foto aksi bersih sampah sungai Desa Cintajaya

SUMEDANG – Sampah yang menumpuk di sungai tidak dapat dibersihkan dalam satu hari. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, sungai yang telah dibersihkan mungkin kembali dipenuhi sampah. Dari pemahaman ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih, tetapi juga berusaha untuk membangun komitmen masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai di Desa Cintajaya, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh warga di empat dusun yaitu Dusun Cibeber Kulon, Dusun Cibeber Wetan, Dusun Talagadatar, dan Dusun Legok. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap pada 1 Juli, 3 Juli, dan 8 Juli 2026, dan melibatkan bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak.

Karena masih ada tumpukan sampah yang mengendap di sungai dan di tepian, sungai menjadi salah satu titik utama yang dibersihkan. Kondisi ini dianggap menghambat aliran air, mencemari lingkungan, dan mengurangi kenyamanan masyarakat di sekitar sungai.

Untuk mengangkat sampah yang tersangkut atau mengendap, mahasiswa KKN dan warga turun langsung menyusuri aliran sungai. Sampah kemudian diangkut ke satu lokasi agar lebih mudah diangkut dan ditangani.

Namun, kegiatan itu tidak berhenti pada aksi bersih-bersih. Mahasiswa KKN menyadari bahwa kesadaran bersama diperlukan untuk menjaga kebersihan sungai. Karena itu, mereka memasang plang yang melarang membuang sampah di tempat-tempat yang biasanya digunakan untuk pembuangan sampah. Untuk mencegah masyarakat membuang sampah secara sembarangan, pagar sederhana juga dipasang di beberapa lokasi di tepi sungai.

Ini adalah bagian dari edukasi lingkungan yang diharapkan dapat membawa masyarakat ke kebiasaan baru. Dengan pengingat seperti plang dan pembatas fisik, masyarakat diharapkan lebih menyadari pentingnya menjaga sungai bersih karena merupakan sumber kehidupan bersama.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga bergotong royong membersihkan jalan lingkungan, saluran air, hingga aliran sungai dengan membagi tugas sesuai kebutuhan di lapangan. Proses pembersihan yang lebih efisien dapat dilakukan dengan lebih baik ketika orang bekerja sama, yang juga meningkatkan semangat kebersamaan untuk menjaga lingkungan desa.

Foto gotong royong warga dan mahasiswa KKN UPI Sumedang

Kepala Dusun Talagadatar, Engkos, menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, gotong royong yang dilakukan oleh mahasiswa KKN tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga membuat warga lebih menyadari pentingnya menjaga kebersihan sungai.

"Kegiatan gotong royong bersih-bersih ini menumbuhkan kesadaran pada masyarakat Desa Cintajaya terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama kebersihan sungai," ujar Engkos.

Menurut mahasiswa KKN UPI Kampus Sumedang, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah sampah yang diangkut tetapi juga dari peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah kegiatan. Dengan bekerja sama, mereka berharap budaya gotong royong dan komitmen untuk menjaga sungai akan menjadi budaya di Desa Cintajaya. Ini akan memastikan lingkungan tetap bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang.