Mengintip Keseruan KKN UPI Bikin Kerupuk Bongkot Pisang UMKM Khas Desa Jemah

KKN DESA JEMAH UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS DI SUMEDANG
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari kkn desajemahupi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalu menyisakan cerita menarik tentang pengabdian dan kolaborasi bersama masyarakat. Salah satu potret hangat tersebut datang dari mahasiswa KKN Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terjun langsung ke Dusun Bakom, Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Bukan sekadar menjalankan program kerja, para mahasiswa ini ikut membaur dalam keseruan memproduksi camilan unik khas desa setempat: Kerupuk Bongkot Pisang.
Bagi sebagian orang, bongkot atau bonggol pisang (bagian pangkal batang pisang) mungkin hanya dianggap sebagai limbah pertanian yang dibiarkan membusuk setelah masa panen. Namun, di tangan kreatif warga Dusun Bakom, limbah ini berhasil disulap menjadi camilan bertekstur renyah dan bercita rasa gurih yang memiliki nilai jual.
Keseruan Membaur di Dapur Produksi
Kehadiran mahasiswa KKN UPI di Dusun Bakom membawa warna tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Untuk memahami produk secara menyeluruh, para mahasiswa tidak segan menyingsingkan lengan baju dan ikut serta dalam proses pembuatannya.
Suasana keakraban dan gelak tawa mewarnai aktivitas mereka bersama ibu-ibu Dusun Bakom. Mulai dari proses pembersihan bongkot pisang, pemotongan, perendaman untuk menghilangkan getah, hingga proses pencampuran adonan dan penggorengan, semuanya dilakukan dengan semangat gotong royong.
"Kami ingin tahu langsung bagaimana proses pembuatannya dari awal sampai akhir. Selain bisa belajar hal baru, ikut bikin kerupuk bareng warga seperti ini bikin suasana jadi lebih akrab dan kekeluargaan banget," ungkap salah satu mahasiswa KKN UPI.
Meninggalkan Jejak Positif untuk Ekonomi Desa
Kolaborasi manis antara warga Dusun Bakom dan mahasiswa KKN UPI ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bisa dilakukan lewat cara-cara yang asyik, membumi, dan tepat sasaran. Melalui pendampingan pemasaran yang optimal, diharapkan UMKM Kerupuk Bongkot Pisang di Desa Jemah dapat terus berkembang, omzet penjualan kian meroket, dan pada akhirnya mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
Bagi mahasiswa, pengalaman membuat kerupuk sambil merancang strategi jualan bersama warga Dusun Bakom tentu akan menjadi memori berharga yang tak akan terlupakan usai masa KKN berakhir.
