Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Gelar Sosialisasi Makanan Pencegah stunting

Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN DESAJIPANG32 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 32 dari Universitas Peradaban mengadakan kegiatan sosialisasi makanan pencegah stunting bagi ibu-ibu PKK Desa Jipang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Divisi Ekonomi dan Kesehatan sebagai bagian dari program kerja yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan serta kualitas kesehatan masyarakat desa. Program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian.
Sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa Jipang dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada periode ini, pemenuhan gizi yang optimal sangat menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak di masa mendatang. Oleh karena itu, peran ibu sebagai pengelola konsumsi keluarga menjadi sangat penting dalam memastikan asupan makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang bagi anak.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak jangka panjang stunting—seperti menurunnya daya tahan tubuh, keterlambatan perkembangan, hingga risiko rendahnya produktivitas di masa dewasa—mahasiswa juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai solusi nyata. Edukasi ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga ibu-ibu PKK dapat langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk inovasi, Divisi Ekonomi dan Kesehatan memperkenalkan olahan pangan lokal yang bernilai gizi dan ekonomis, yaitu mochi singkong. Singkong dipilih karena mudah diperoleh di lingkungan Desa Jipang, memiliki harga terjangkau, serta mengandung karbohidrat sebagai sumber energi dan serat yang baik untuk pencernaan. Dengan pengolahan yang tepat, singkong dapat menjadi alternatif camilan sehat yang disukai anak-anak.
Deskripsi Foto Kegiatan:
Terlihat mahasiswa KKN Kelompok 32 dari Universitas Peradaban sedang memaparkan materi sosialisasi di depan ibu-ibu PKK Desa Jipang di balai desa. Beberapa mahasiswa mendemonstrasikan proses pembuatan mochi singkong di atas meja yang telah disiapkan bahan dan peralatan sederhana. Ibu-ibu PKK tampak duduk memperhatikan dengan antusias, sebagian mencatat penjelasan dan mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi berlangsung.
Dalam penjelasannya, mahasiswa menyampaikan berbagai manfaat mochi singkong, di antaranya membantu memenuhi kebutuhan kalori harian anak, mendukung peningkatan berat badan, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Proses pengolahan dengan cara dikukus menjadikan camilan ini lebih rendah lemak dibandingkan makanan yang digoreng, sehingga lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi anak-anak.
Kegiatan sosialisasi semakin menarik dengan adanya demonstrasi langsung proses pembuatan mochi singkong. Ibu-ibu PKK diajak menyaksikan tahapan mulai dari pengupasan, pengukusan, dan penghalusan singkong, kemudian pencampuran dengan tepung tapioka, gula, dan vanili, hingga proses pembentukan adonan dan pengukusan kembali. Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena peserta diberikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, serta mencoba secara langsung teknik pembuatannya. Mahasiswa juga memberikan tips pengemasan sederhana agar produk lebih menarik dan memiliki nilai jual.
Melalui kolaborasi Divisi Ekonomi dan Kesehatan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dalam mencegah stunting, tetapi juga membuka wawasan ibu-ibu PKK tentang potensi pengolahan pangan lokal sebagai peluang usaha rumahan. Dengan pengembangan rasa dan variasi isi, mochi singkong berpotensi menjadi produk unggulan desa yang dapat menambah pendapatan keluarga.
Mahasiswa KKN Kelompok 32 Universitas Peradaban berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jipang. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir dan kebiasaan dalam penyediaan makanan sehat di lingkungan keluarga. Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara mandiri dan konsisten, sehingga tercipta generasi Desa Jipang yang sehat, kuat, dan berkualitas.
