Konten dari Pengguna

Intip Kunci Kesuksesan UMKM Mebel di Desa Pringsari

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari eudaimonia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kunjungan Mebel Dusun Bogosari Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Dok. Medinfo KKN UIN Walisongo Semarang
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan Mebel Dusun Bogosari Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Dok. Medinfo KKN UIN Walisongo Semarang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang laksanakan kunjungan ke salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mebel di dusun Bogosari, Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, pada Senin (10/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mengenali sekaligus menggali potensi ekonomi lokal yang dimiliki Masyarakat desa.

UMKM Mebel yang dikunjungi kali ini merupakan usaha mebel yang telah dijalankan secara mandiri selama kurang lebih delapan tahun.

Edi Sukamto, pemilik usaha mebel menjelaskan berbagai pengalaman dan keterampilan dalam mengolah kayu, beliau mampu menghasilkan berbagai produk furnitur, seperti meja, kursi, lemari, dan berbagai jenis mebel lainnya sesuai kebutuhan serta permintaan pelanggan.

Produk-produk yang dihasilkan dikenal memiliki kualitas yang baik dengan beragam pilihan desain dan motif. Proses produksi menerapkan sistem made by order, yaitu pembuatan produk dilakukan setelah menerima pesanan dari pelanggan.

Menurut Edi jumlah pesanan biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjelang hari raya idul fitri.

Dalam penjelasannya, Edi memaparkan bahwa pemasaran produknya dilakukan melalui media sosial, seperti facebook serta berbagai platform market place.

“Kalo pemasaran biasanya saya pake online, lewat media sosial, shopee, facebook atau toko online lain,” ucap Edi.

Pak Edi yang sedang menjelaskan usaha mebel kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo. Dok. Medinfo KKN UIN Walisongo Semarang

Beliau juga menyampaikan bahwa bahan baku yang digunakan meliputi kayu sengon, kayu jati kampung, dan kayu TPK. Perbedaan jenis kayu tersebut mempengaruhi kualitas sekaligus harga produk.

Kayu dengan warna merah atau cokelat umumnya memiliki kandungan minyak yang lebih tinggi sehingga lebih tahan terhadap serangan rayap dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan kayu berwarna putih.

Selain memperhatikan kualitas bahan baku, proses produksi juga dilakukan dengan teliti. Salah satunya adalah tahap pengamplasan yang dilakukan sebanyak 5-7 kali agar permukaan kayu menjadi lebih halus dan menghasilkan produksi degan kualitas terbaik.

Sementara itu, sistem upah bagi para pekerja menggunakan sistem borongan yang disesuaikan dengan jumlah pesanan yang diterima.

“Sistem upahnya dibagi pakai sistem borongan si kak. sesuai sama jumlah pesanan yang ada," kata Edi.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa KKN UIN Walisongo semarang dalam mendukung pemberdayaan UMKM Desa. Dengan potensi yang dimiliki serta dukungan inovasi di bidang pemasaran, diharapkan UMKM mebel di Bogosari dapat terus berkembang, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di Desa Pringsari.