Konten dari Pengguna

Cegah Penipuan & Giatkan Pawon Urip, KKN Madurejo Diskusi Bersama Warga

KKN-K Madurejo Lumajang 2025

KKN-K Madurejo Lumajang 2025

Mahasiswa Universitas Jember dan Universitas Islam Jember, Fakultas (Pertanian, Teknologi Pertanian, Matematika dan IPA, Teknik, Ekonomi dan Bisnis Syariah, Kedokteran, dan Keperawatan)

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN-K Madurejo Lumajang 2025 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Madurejo kembali menggelar program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada dua isu krusial: ketahanan pangan dan keamanan finansial. Bertempat di balai desa Madurejo, para mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai konsep "Pawon Urip" yang dilanjutkan dengan penyuluhan literasi keuangan untuk membentengi warga dari berbagai modus penipuan modern.

Cegah Penipuan & Giatkan Pawon Urip, KKN Madurejo Diskusi Bersama Warga
zoom-in-whitePerbesar

Acara diawali dengan pengenalan konsep "Pawon Urip" atau Dapur Hidup. Para mahasiswa menjelaskan bahwa Pawon Urip adalah pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk ditanami aneka sayuran, tanaman obat, dan bumbu dapur untuk kebutuhan sehari-hari.

"Fungsi utamanya adalah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Dengan memiliki Pawon Urip, warga bisa mengurangi pengeluaran belanja, mendapatkan bahan pangan yang segar dan sehat, sekaligus membuat lingkungan rumah lebih asri," jelas Kiki salah seorang mahasiswa yang presentasi.

Tidak hanya teori, para mahasiswa juga mengajak warga berkeliling untuk melihat langsung purwarupa Pawon Urip yang telah mereka bangun di area balai desa. Hal ini memberikan gambaran nyata bagi warga tentang cara membuat dan mengelola kebun mini tersebut.

Sesi kedua berfokus pada literasi keuangan, sebuah topik yang dinilai sangat mendesak di era digital. Para mahasiswa mengupas tuntas berbagai ancaman finansial yang marak terjadi, mulai dari bahaya investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tidak wajar hingga jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Lebih lanjut, warga juga dibekali pengetahuan untuk mengenali modus kejahatan digital lainnya, seperti:

  • Phishing: Upaya mencuri data sensitif melalui email atau situs web palsu.

  • Social Engineering: Manipulasi psikologis untuk mengelabui korban agar memberikan informasi pribadi.

  • Skimming & Card Trapping: Pencurian data dari kartu ATM.

Dalam sesi ini, peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas dan tempat pengaduan masyarakat juga ditekankan. "Jika menemukan tawaran investasi atau pinjaman yang mencurigakan, jangan ragu untuk mengecek legalitasnya melalui kontak resmi OJK. Jangan mudah tergiur dan selalu lindungi data pribadi kita," ujar Aulia mahasiswa pemateri.

Dr. Ratnaningsih, S.H., M.H. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kolaboratif Desa Madurejo menekankan juga bahwa "Pawon Urip bisa menjadi solusi untuk ekonomi dan gizi keluarga oleh karena itu penting untuk ibu-ibu semuanya untuk melanjutkan dan merawat pawon urip ini supaya menjadi berkelanjutan, kemudian pengetahuan tentang kejahatan digital yang disampaikan juga sangat penting untuk melindungi aset ibu-ibu dan rekan-rekan perangkat Desa," ujarnya.

Antusiasme warga yang hadir menunjukkan bahwa program edukasi ini tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang praktis dan aplikatif.