Potret Religiusitas Masyarakat Desa Kalisalak dalam Etnovideografi

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024 yang ditugaskan Di Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah selama kurang lebih satu setengah bulan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN TIM II UNDIP 2024 DESA KALISALAK tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalisalak, 10 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) tengah melakukan upaya kreatif dalam mendokumentasikan kondisi religiusitas masyarakat Desa Kalisalak, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Mereka memproduksi sebuah etnovideografi yang menggambarkan kehidupan spiritual dan tradisi keagamaan yang kental di desa tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN yang bertujuan untuk mendalami budaya lokal sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Desa Kalisalak dipilih sebagai lokasi pembuatan etnovideografi karena memiliki kekayaan tradisi keagamaan yang masih terjaga dengan baik oleh warganya .Etnovideografi ini tidak hanya menyoroti aktivitas keagamaan rutin seperti pengajian, tahlilan, dan perayaan hari-hari besar Islam, tetapi juga menggali nilai-nilai religius yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kalisalak. Mahasiswa KKN Undip berusaha menangkap esensi dari cara masyarakat desa mengintegrasikan kepercayaan dan praktik keagamaan ke dalam kehidupan mereka, baik dalam konteks keluarga, komunitas, maupun dalam interaksi sosial sehari-hari.
Menurut salah satu Tokoh Agama di Desa Kalisalak, “pembuatan etnovideografi ini bukan hanya tentang merekam gambar, tetapi juga tentang memahami dan menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Pembuatan etnovideografi ini diharapkan dapat menjadi dokumentasi yang berharga bagi masyarakat Desa Kalisalak dan juga bagi kalangan akademisi yang tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang religiusitas di pedesaan Jawa. Selain itu, video ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan yang ada.
