Konten dari Pengguna

Filtrasi Air terhadap Indikasi Zat Besi Tinggi: Uji Kualitas Air dengan Air Teh

KKN Karangjompo 2024

KKN Karangjompo 2024

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN Karangjompo 2024 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Pelaksanaan Program Multidisiplin
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Pelaksanaan Program Multidisiplin

Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan (30/07/2024), tengah menghadapi masalah serius dengan kualitas air sumur yang mengandung kadar zat besi tinggi. Hal tersebut disebabkan karena perairan sudah tercemar oleh limbah. Selain itu, disebabkan karena terjadinya intrusi air laut dan sering terjadi banjir rob sehingga kondisi perairan di Desa Karangjompo kurang memadai. Untuk mengatasi masalah ini, tim KKN TIM II UNDIP telah meluncurkan program kerja multidisiplin yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas air di desa melalui pembuatan dan pengujian alat filtrasi. Program ini tidak hanya menyasar pengembangan teknologi tetapi juga memberikan edukasi praktis kepada masyarakat tentang pentingnya filtrasi air terhadap kualitas air.

Masalah utama yang dihadapi warga Desa Karangjompo adalah air sumur dengan kandungan zat besi tinggi, yang menyebabkan warna coklat dan bau logam. Hal ini adalah masalah umum di banyak daerah Desa Karangjompo, yang berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Untuk itu, tim KKN TIM II UNDIP berupaya membuat alat filtrasi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan air bersih di Desa Karangjompo.

Gambar 2. Alat Filtrasi

Proses dimulai dengan pembuatan alat filtrasi yang dirancang khusus untuk menangani kandungan zat besi yang tinggi dalam air sumur. Alat ini menggunakan alat filtrasi sederhana yang diharapkan dapat menghilangkan zat besi serta meningkatkan kejernihan dan kualitas air. Langkah-langkah pembuatan yaitu berupa (1) desain alat dengan menggunakan bahan-bahan yang efektif dalam menyerap zat besi dan menghilangkan kontaminan. (2) Pembuatan alat dilakukan dengan mengikuti desain yang telah disiapkan. (3) Uji coba awal dilakukan untuk memastikan alat berfungsi sesuai dengan spesifikasi. Di dalam bak penyaring air, disusun beberapa bahan yang meliputi penyangga, dakron 2 lapis, spons 2 lapis, dakron 1 lapis, batu zeolit, dakron 1 lapis, batu koral, dan batu zeolit. Proses filtrasi yaitu menyiapkan air sampel yang dimasukkan ke bak penampung. Kemudian, menyusun pipa paralon yang disambungkan dengan pompa air. lalu dimasukkan di bak penampung supaya air dapat dipompa ke bak penyaring. Proses filtrasi air dilakukan selama 4 jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, dalam proses perancangan alat filtrasi harus memperhatikan susunan alat filtrasi.

Setelah alat filtrasi selesai, dilakukan uji kualitas air menggunakan media air teh. Teh merupakan tumbuhan yang mengandung zat bioaktif terutama flavonoid dan bersifat antioksidan. Teh mengandung senyawa flavonoid yang akan bereaksi dengan mikroorganisme berbahaya dan dapat mengikat zat besi. Air teh dapat mensimulasikan kontaminasi yang sama dengan zat besi dalam air sumur, sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitas alat filtrasi. Proses uji kualitas air dengan perbandingan 1 : 1 yaitu air teh dan air sampel lalu didiamkan selama 24 jam. Semakin cepat perubahan yang terjadi maka menunjukkan semakin tinggi kandungan kimiawinya begitupun sebaliknya.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat filtrasi yang dibuat berhasil mengurangi warna coklat dalam air. Air hasil filtrasi terlihat lebih jernih dan bebas dari warna, menandakan bahwa alat tersebut efektif dalam mengatasi kontaminasi visual. Uji ini juga menunjukkan bahwa alat mampu mengurangi kadar zat besi dalam air sumur sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan.

Program ini juga mencakup sesi edukasi bagi masyarakat Desa Karangjompo, terutama bagi mereka yang belum memiliki akses ke air bersih. Tim II KKN UNDIP memberikan pelatihan tentang cara kerja alat filtrasi, pentingnya mengatasi zat besi dalam air, dan bagaimana cara merawat alat filtrasi untuk memastikan kinerjanya tetap optimal.

Inisiatif pembuatan alat filtrasi dan uji kualitas air menggunakan media air teh merupakan langkah penting dalam mengatasi masalah kualitas air di Desa Karangjompo. Dengan hasil yang positif dan program edukasi yang komprehensif, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses ke air bersih yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Penulis : Yona Mitasari (Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Nenik Woyanti, S.E., M.Si.

Lokasi : Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan