Mengenal Desa Lebih Dekat: Menggali Potensi Desa Melalui Observasi Lapangan

Mahasiswa S1 Manajemen Universitas Pelita Bangsa. Menulis tentang pengalaman mahasiswa, kegiatan pengabdian masyarakat, dan aktivitas selama Kuliah Kerja Nyata (KKN).
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dinda Ayu Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memulai pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diawali dengan pelaksanaan program kerja. Sebelum menyusun berbagai kegiatan yang akan dijalankan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) terlebih dahulu melakukan observasi lapangan untuk mengenali kondisi, potensi, serta kebutuhan masyarakat secara langsung. Tahap ini menjadi langkah penting agar setiap program yang dirancang benar-benar sesuai dengan situasi di desa.
Salah satu lokasi yang menjadi tujuan observasi adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berdiskusi dengan pengurus BUMDes mengenai potensi yang dimiliki desa, khususnya di sektor perkebunan. Berbagai informasi mengenai pengelolaan usaha desa, hasil perkebunan, hingga peluang pengembangan menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Observasi juga dilakukan di lingkungan sekolah dengan menemui kepala sekolah maupun para guru. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan sekolah sekaligus menjalin komunikasi sebagai dasar pelaksanaan program kerja di bidang pendidikan. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kondisi peserta didik serta kegiatan yang dapat dikolaborasikan selama masa KKN.
Selain sektor pendidikan dan kelembagaan desa, mahasiswa turut mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kunjungan ini dilakukan untuk mengenal lebih dekat produk yang dihasilkan masyarakat, proses usaha yang dijalankan, serta tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya. Hasil observasi diharapkan menjadi dasar dalam merancang program yang mampu mendukung promosi maupun pengembangan UMKM di desa.
Melalui rangkaian observasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh data, tetapi juga membangun hubungan baik dengan berbagai pihak di desa. Interaksi bersama pengurus BUMDes, tenaga pendidik, dan pelaku UMKM menjadi awal dari kolaborasi yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program kerja selama KKN berlangsung.
Tahap observasi menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat diawali dengan memahami kondisi lapangan secara langsung. Dengan mengenali potensi dan kebutuhan desa, setiap program yang akan dilaksanakan diharapkan mampu memberikan manfaat yang nyata, relevan, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
