Edukasi Bullying: Membangun Lingkungan yang Lebih Aman Mulai dari Hal Sederhana

Mahasiswa KKN Kelompok 3 Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN Kelompok 3 2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bullying masih menjadi persoalan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pertemanan dan sekolah. Bentuknya pun tidak selalu terlihat jelas. Ejekan yang dianggap bercanda, memberi julukan yang tidak disukai, mengucilkan seseorang, hingga komentar menyakitkan di media sosial bisa menjadi bagian dari bullying.
Masalahnya, masih banyak yang menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa. Kalimat seperti “cuma bercanda” atau “jangan baper” terkadang membuat seseorang yang menjadi korban justru memilih diam. Padahal, dampak dari bullying tidak bisa dilihat hanya dari apa yang terjadi saat itu. Perlakuan tersebut dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, kehilangan kepercayaan diri, bahkan takut untuk berinteraksi dengan orang lain.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 3 Desa Watesjaya menghadirkan kegiatan edukasi mengenai bullying sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya membahas apa itu bullying, tetapi juga mengajak peserta memahami bahwa setiap perkataan dan tindakan dapat memberikan pengaruh kepada orang lain.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal pengertian bullying, berbagai bentuk bullying, serta contoh-contoh yang mungkin tanpa sadar terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Materi juga membahas dampak yang dapat dirasakan oleh korban maupun lingkungan di sekitarnya. Dengan pembahasan yang sederhana, peserta diharapkan dapat membedakan antara bercanda dengan perilaku yang sudah menyakiti orang lain.
Agar kegiatan tidak terasa seperti pembelajaran satu arah, edukasi juga dilengkapi dengan video yang menggambarkan situasi bullying. Peserta kemudian diajak berdiskusi dan memahami bagaimana seharusnya bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan tersebut. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif sehingga suasana menjadi lebih santai, tetapi pesan yang diberikan tetap dapat diterima dengan baik.
Salah satu bagian yang menjadi penutup kegiatan adalah “Pohon Harapan”. Melalui kegiatan ini, peserta dapat menuliskan harapan atau pesan sederhana tentang lingkungan yang mereka inginkan. Meskipun terlihat sederhana, pesan-pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menciptakan lingkungan yang aman tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Hal itu bisa dimulai dari hal kecil, seperti menjaga perkataan, menghargai teman, tidak ikut mengejek, dan berani mengatakan bahwa bullying bukan sesuatu yang bisa dianggap biasa.
Pada akhirnya, edukasi mengenai bullying bukan hanya tentang mengetahui pengertiannya. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan saling menghargai.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 3 Desa Watesjaya berharap peserta tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga berani menjadi bagian dari perubahan. Karena lingkungan yang aman tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan dimulai dari kepedulian dan keberanian setiap orang untuk saling menghargai.
