Konten dari Pengguna

Sampah Menumpuk, Kelompok 1 KKNT Olah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Hendro Tri Prabowo

Hendro Tri Prabowo

Mahasiswa KKN Tematik MBKM UPN Veteran Jawa Timur Kelompok 1

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Tri Prabowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampah adalah sebuah material yang sudah tidak terpakai yang dibuang oleh manusia karena keberadaannya sudah tidak dibutuhkan lagi. Jenis sampah dibagi menjadi 2 yaitu, sampah organik dan sampah anorganik . Keberadaan sampah yang menumpuk di sekitar lingkungan mengancam kesehatan masyarakat desa.

( Gambar tempat sampah di Desa Serning,Dokumentasi Pribadi )
zoom-in-whitePerbesar
( Gambar tempat sampah di Desa Serning,Dokumentasi Pribadi )

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, KKNT MBKM Kelompok 1 UPN Veteran Jawa Timur bekerja sama dengan bank sampah yang ada di Desa Serning mengadakan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos sehingga dapat meminimalisir sampah organik yang ada di sekitar masyarakat.

( Proses pengolahan sampah organik dengan Bapak RT Desa Serning, Dokumentasi Pribadi )

Alat dan bahan yang digunakan adalah terpal, sekam padi, kompos sebagai bibit, bakteri EM4, gula, pisau, cetok, sampah kering dan sampah basah dengan perbandingan (3 : 1 ). Langkah-langkah untuk membuat kompos ini, yaitu :

  1. Siapkan pengurai dengan takaran 1 liter air 1 tutup botol bakteri EM4 dan 1 sendok makan gula

  2. Buatlah gundukan dengan bibit pupuk sebesar 1 x 1 x 1 di terpal

  3. Kemudian gali dengan kedalaman 90 cm dan memasukan sampah basah dan kering yang sudah dicacah dengan perbandingan ( 3 : 1 )

  4. Siramkan larutan pengurai ke dalam sampah tersebut dan menutup gundukan

  5. Lakukan pengadukan dan menambahkan sampah sebanyak 1 kg setiap harinya.

( Pengecekan rutin pupuk kompos secara berkala, Dokumentasi pribadi )

Pada minggu pertama disiramkan larutan pengurai dan mendiamkan kompos selama 1 minggu tanpa ada pengadukan hingga minggu kedua. Di minggu ketiga sampah diaduk setiap 3 hari sekali tanpa menambahkan larutan pengurai maupun sampah. Pupuk kompos dapat dikatakan berhasil dalam proses pembuatannya jika pupuk tidak terdapat maggot, berbau tidak sedap dan teksturnya padat.

( Gambar pupuk yang sudah jadi dan siap dipakai, Dokumentasi probadi )

Menurut pendapat pribadi penulis, pupuk ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi sampah organik yang menumpuk sehingga dapat mencemari lingkungan sekitar. Proses pengolahan pupuk yang tepat sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan pupuk ini, karena keadaan pupuk dapat berubah setiap harinya sesuai perawatan yang dilakukan setiap harinya.