Medan Terjal Tak Halangi Mahasiswa KKN Tuntaskan Verval Desil 2 di Desa Rowosari

sosial dan pendidikan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN KOLABORATIF ROWOSARI 2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rowosari, Sumberjambe, Jember — Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tergabung dari tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Jember, Universitas dr. Soebandi, dan Universitas Islam Jember, memulai rangkaian program kerja di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Desa dengan jumlah penduduk lebih dari 5.000 jiwa ini menjadi lokasi pengabdian bersama selama masa KKN berlangsung.
Pada pekan pertama, kegiatan difokuskan pada program titipan pemerintah berupa Verifikasi dan Validasi (Verval) Desil 2, yang menyasar 516 rumah tangga tersebar di enam dusun, yakni Dusun Lumbung, Barat Sawah, Gardu Utara, Gardu Timur, Gardu Tengah, dan Pringpadu. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi pelaksanaan agar seluruh dusun dapat terjangkau secara menyeluruh.
Sesi Pertama: Menembus Tanjakan Pringpadu Atas
Pada sesi pertama, tim mahasiswa melaksanakan verval di Dusun Lumbung, Barat Sawah, serta sebagian wilayah Pringpadu bawah dan Pringpadu atas. Wilayah Pringpadu atas dikenal memiliki medan yang cukup menantang, dengan jalan menanjak dan curam yang sulit dilalui bagi mereka yang belum terbiasa.
Sebelum turun ke lapangan, tim mahasiswa sempat berdiskusi dengan Kepala Desa dan perangkat desa bagian kependudukan yang memberikan arahan sekaligus peringatan terkait kondisi medan tersebut.
"Di sana jalannya ekstrem karena tanjakannya sangat curam, akan sangat sulit jika menggunakan sepeda matic. Jika pun menggunakan matic tidak boleh boncengan, harus membawa sepeda sendiri-sendiri karena sangat curam, takut berbahaya," ujar perangkat desa bagian kependudukan.
Selain arahan teknis mengenai medan, Kepala Desa dan perangkat desa juga berpesan agar mahasiswa tidak ragu maupun sungkan dalam berkomunikasi dengan warga selama proses verval berlangsung.
Sesi Kedua: Menyusuri Gardu Timur, Utara, dan Tengah
Memasuki hari berikutnya, tim dibagi kembali untuk menjangkau tiga dusun lainnya, yaitu Gardu Timur, Gardu Utara, dan Gardu Tengah. Pelaksanaan di sesi ini menemui kendala tersendiri, karena banyak warga yang tengah bekerja pada pagi hari sehingga sulit ditemui. Tim kemudian melanjutkan kegiatan pada sore hari, meski dengan waktu yang relatif singkat.
Meski seluruh dusun telah dikunjungi, proses verval belum sepenuhnya tuntas. Pada pekan berikutnya, mahasiswa KKN kembali melanjutkan pendataan untuk melengkapi data rumah-rumah yang sebelumnya sudah dikunjungi namun belum terverval secara lengkap.
