Desa Klero Hidupkan Karnaval 17 Agustus, Warga Tampil dengan Kostum Kreatif

KKN Mandiri Posko 70 UIN Walisongo Desa Klero, Tengaran, Kab Semarang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN MIT POSKO 70 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang kembali mengadakan karnaval peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025. Kegiatan yang telah lama dinantikan ini hadir dengan tema besar “Klero Kreatif” dan berhasil menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai dusun di desa.
Karnaval tahun ini menjadi istimewa karena mengusung sub tema yang beragam, mulai dari kesenian, profesi, agama, legenda, mitos, pertanian, tokoh mirip pahlawan, pewayangan, Indonesia zaman penjajahan, suasana era 80-an, hingga teknologi masa depan dan kreativitas dari daur ulang sampah. Seluruh warga diberi kebebasan untuk menampilkan ide mereka sesuai sub tema yang telah ditentukan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari. Anak-anak, remaja, hingga orang tua kompak membuat kostum dan properti karnaval. Misalnya, ada peserta yang tampil dengan pakaian ala petani tradisional, ada yang menirukan tokoh pewayangan lengkap dengan wayang besar, hingga kelompok remaja yang berkreasi membuat busana dari bahan daur ulang plastik dan kertas.
Kepala Desa Klero menyampaikan bahwa karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ajang menumbuhkan kebersamaan sekaligus wadah kreativitas masyarakat. “Kami ingin memberikan ruang bagi warga untuk berkarya, mengekspresikan identitas, dan sekaligus merayakan kemerdekaan dengan cara yang meriah,” ujarnya.
Rute karnaval dimulai dari desa ngadirno, melewati jalan utama mengelilingi desa, hingga berakhir di lapangan RTH desa Klero. Sepanjang jalan, warga berjejer memberikan tepuk tangan dan sorakan semangat kepada para peserta. Anak-anak kecil tampak antusias melihat kostum unik, sementara para orang tua bernostalgia dengan penampilan bertema era 80-an maupun suasana Indonesia zaman penjajahan.
Para peserta terlihat semakin antusias dengan membawa mobil yang mereka hias dengan beragam bentuk yang besar serta memutar musik di masing masing mobil dengan iringan penari dibelakangnya. Kegiatan karnaval ini juga diwarnai dengan pembagian berbagai macam Dorprize dengan hadiah utama sepeda listrik dan 2 ekor domba. Hal ini semakin memacu semangat peserta untuk memberikan penampilan maksimal.
Karnaval 17 Agustus Desa Klero tahun ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga bisa dihidupkan lewat ekspresi seni dan budaya masyarakat. Setelah tujuh tahun vakum, kembalinya karnaval ini seolah menjadi obat rindu sekaligus momentum untuk menguatkan solidaritas warga desa.
Dengan tema “Klero Kreatif”, Desa Klero menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bisa menjadi ruang inspiratif, kreatif, sekaligus membanggakan bagi seluruh lapisan masyarakat.
