Konten dari Pengguna

KKN Tim II UNDIP Adakan Program “Mengubah Sampah Menjadi Emas” untuk Ibu-ibu PKK

KKN NGARGOSARI 2024

KKN NGARGOSARI 2024

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO 2024 DESA NGARGOSARI KECAMATAN SUMBERLAWANG KABUPATEN SRAGEN

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN NGARGOSARI 2024 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Ngargosari, Sragen

Pada tanggal 16 Juli 2024, KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2024 melaksanakan kegiatan penyuluhan dan praktikum langsung mengenai pengolahan limbah organik rumah tangga di Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Program yang bertajuk “Mengubah Sampah Menjadi Emas” ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK setempat mengenai cara mengelola limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

KKN Tim II UNDIP Adakan Program “Mengubah Sampah Menjadi Emas” untuk Ibu-ibu PKK
zoom-in-whitePerbesar

Acara ini dihadiri oleh sekitar 25 anggota PKK Desa Ngargosari yang tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua PKK, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam membawa program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan sampah, khususnya limbah organik, adalah isu yang penting dan perlu mendapatkan perhatian lebih dari warga dan dapat menambah mata pencarian dari warga setempat.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan yang dibawakan oleh mahasiswa dari jurusan Teknik Lingkungan. Penyuluhan ini memaparkan tentang berbagai jenis limbah organik yang sering ditemukan di rumah tangga, seperti sisa makanan, kulit buah, dan sayuran. Dijelaskan juga bagaimana limbah-limbah ini dapat diolah dengan mudah dengan fermentasi menjadi kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk organik sebagai ecoenzym.

Pada sesi praktikum, ibu-ibu PKK diajarkan untuk mempraktikkan cara mengolah limbah organik menjadi kompos. Dengan bahan baku yang sangat mudah ditemukan dan dengan harga yang sangat terjangkau sampai akhirnya dilakukan proses fermentasi. Suasana praktikum berlangsung aktif dan interaktif, dengan banyak peserta yang terlibat dalam diskusi dan demonstrasi tersebut.