Konten dari Pengguna

KKN UNDIP Cetak Generasi Peduli Lingkungan di SDN 1 Ngargosari

KKN NGARGOSARI 2024

KKN NGARGOSARI 2024

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO 2024 DESA NGARGOSARI KECAMATAN SUMBERLAWANG KABUPATEN SRAGEN

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN NGARGOSARI 2024 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ngargosari, Sragen — Pada tanggal 30 Juli 2024, KKN TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil melaksanakan program “Pilah Sampah, Selamatkan Bumi” di SDN 1 Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dini sebagai kontribusi dalam penanganan sampah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar untuk menjaga kelestarian lingkungan. Desa Ngargosari, seperti banyak desa lainnya di Indonesia, masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah. Banyak masyarakat yang belum memahami cara memisahkan sampah dengan benar, yang dapat berpotensi merusak lingkungan.

KKN TIM II UNDIP FOTO BERSAMA DENGAN KELAS 5 SDN 1 NGARGOSARI
zoom-in-whitePerbesar
KKN TIM II UNDIP FOTO BERSAMA DENGAN KELAS 5 SDN 1 NGARGOSARI

Program ini melibatkan siswa-siswi kelas 5 SDN 1 Ngargosari sebagai target utama. Kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan mengenai jenis-jenis sampah, yaitu organik (seperti sisa makanan dan dedaunan), non-organik (seperti plastik dan kaca), dan B3 (seperti baterai dan obat-obatan). KKN TIM II UNDIP menggunakan metode pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan media visual dan simulasi untuk membantu siswa memahami konsep pemilahan sampah.

Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi siswa, tetapi juga bertujuan untuk membentuk kebiasaan baik sejak dini dalam hal pengelolaan sampah. Kegiatan “Pilah Sampah, Selamatkan Bumi” yang dilaksanakan oleh KKN TIM II UNDIP di SDN 1 Ngargosari merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan melibatkan siswa sebagai target utama, diharapkan edukasi ini dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah.