Mahasiswa KKN-P 09 Umsida Adakan Sosialisasi Digital Marketing untuk Ibu PKK

Fitrian Desi Prameswari
Saya Fitrian Desi Prameswari, Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis Semester 5 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Asli dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Konten dari Pengguna
3 Februari 2023 15:28 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Fitrian Desi Prameswari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto Kegiatan Sosialisasi Digital Marketing/ Tim Dokumentasi KKN
zoom-in-whitePerbesar
Foto Kegiatan Sosialisasi Digital Marketing/ Tim Dokumentasi KKN

Ibu-Ibu PKK Desa Gambiran mengikuti kegiatan sosialisasi digital marketing dengan penuh semangat dan antusias

ADVERTISEMENT
Gambiran-Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi peran digital marketing dalam peningkatan ekonomi keluarga, di Balai Desa Gambiran, Prigen, Pasuruan, Sabtu(28/01/2023). Kegiatan tersebut ditujukan kepada ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gambiran dengan mengundang narasumber yang ahli dibidangnya yaitu Dewi Komala Sari S.E., M.M Dosen Manajemen Umsida.
Foto Pemaparan materi dari narasumber/Tim Dokumentasi KKN
Tujuan diadakan sosialisasi digital marketing yaitu memberikan sharing session kepada ibu PKK Desa Gambiran dalam melakukan kegiatan pemasaran yang menggunakan media internet. Hingga saat ini pengguna internet sebagai media penjualan terbukti sangat banyak dari rentang usia 5-12 tahun hingga usia lebih dari 55 tahun.
ADVERTISEMENT
Dewi Komala Sari juga menambahkan adanya perbedaan antara pemasaran dengan penjualan “Sebenarnya pemasaran dengan penjualan mempunyai arti yang berbeda, pemasaran sendiri berarti seluruh proses dari menentukan produk yang dijual hingga penentuan harga, sedangkan penjualan hanya sebatas kegiatan transaksi dari penjual ke pembeli”.
Dalam penjualan berbasis digital marketing, memiliki berberapa keuntungan salah satunya tidak perlu banyak tenaga penjualan “Dalam digital marketing kita tidak perlu repot-repot seperti mencari pegawai untuk menjualkan produk karena dalam digital marketing mempunyai waktu yang lebih fleksibel” ujarnya.
Melihat kondisi zaman semakin maju, peran digital marketing dalam berbisnis menjadi persoalan yang penting, sosial media menjadi sasaran pesat dalam memulai berbisnis, “Dalam pemasaran produk, ibu-ibu dapat memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, dan sekarang yang menjadi sasaran pemasaran itu aplikasi Tik Tok rata-rata isi beranda tiktok sekarang itu orang jualan” ujar mantan Kaprodi Manajemen Umsida.
ADVERTISEMENT
Atik selaku ibu PKK ikut menanyakan persoalan dalam merintis bisnis “Bagaimana cara agar kita mau mencoba usaha ya bu, tetapi usaha yang saya jalankan itu gagal?”
Dewi Komala Sari mengungkapkan bahwa kegagalan dalam memulai usaha merupakan suatu hal yang wajar. Seperti dalam menciptakan suatu produk pun untuk mencapai keberhasilan perlu dilakukan percobaan hingga berulang kali. Membuka usaha bukanlah suatu hal yang mudah, tentunya banyak tantangan dan risiko yang dihadapi. Sehingga, diharapkan sebagai pelaku digital marketing perlu melakukan evaluasi dan trial and error secara terus menerus hingga berhasil.
Foto mahasiswa KKN dengan ibu PKK Desa Gambiran/ Tim dokumentasi KKN
Penulis : Sonia Puspita S.
Editor : Fitrian Desi Prameswari