Strategi Promosi Digital: Mahasiswa FBD UB Dorong UMKM Desa Sidoasri Go Digital

Mahasiswa FISIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari FBD 42 SIDOASRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam program FISIP Bakti Desa (FBD) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Branding dan Pemasaran Produk lewat Sosial Media di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada tanggal 18 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pemahaman dan keterampilan dasar mengenai branding produk. Kegiatan ini diselenggarakan oleh empat mahasiswa sebagai tim pelaksana utama, yaitu Halifi Abrar, Andya Sahla Rubbiena, Keysha Nafiisa Wibowo, dan Nasywa Nanda Putri Wahyudi. Acara ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK dari berbagai RT di Desa Sidoasri, dan dibuka secara resmi oleh Ibu Ribka Mistiani, Ketua PKK sekaligus istri Kepala Desa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada para peserta untuk terus mengembangkan produk-produk rumahan yang telah dijalankan, sekaligus memanfaatkan peluang pemasaran yang lebih luas melalui strategi branding yang tepat.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat dan partisipatif. Hal ini tidak lepas dari tema branding yang meskipun tergolong baru, ternyata sangat relevan dan dibutuhkan oleh para pelaku UMKM di desa. Dalam penyampaian materinya, kami berupaya menjelaskan konsep branding dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan. Branding dijelaskan bukan sekadar visual seperti logo atau desain kemasan, melainkan juga mencakup makna, karakter, serta citra yang ingin ditanamkan dalam pikiran konsumen. Para peserta dibimbing untuk mengenali potensi dari elemen-elemen sederhana seperti penamaan produk, pemilihan warna, bentuk kemasan, hingga ciri khas lokal sebagai kekuatan untuk bersaing di pasar yang makin kompetitif.
Sadar akan pentingnya transformasi digital, mahasiswa FBD FISIP UB juga melaksanakan program kerja lanjutan yang berfokus pada strategi promosi digital melalui media sosial. Sosialisasi ini dilaksanakan di Balai Desa Sidoasri dengan peserta utama ibu-ibu perwakilan PKK dari tiap RT. Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian besar pelaku UMKM di Sidoasri, terutama para pembuat kotak kue, masih mengandalkan pemasaran secara konvensional dari mulut ke mulut. Rendahnya pemahaman tentang pemasaran digital menyebabkan produk-produk lokal sulit dikenal secara luas, padahal potensinya besar.
Dengan mengangkat tema “Kenapa Harus Facebook?” dan “Langkah-langkah Menjual Produk Tanpa Harus Keluar Rumah,” sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap media sosial sebagai alat promosi yang murah, mudah, dan efektif. Facebook dipilih sebagai platform utama karena paling mudah diakses dan familiar di kalangan masyarakat desa. Para peserta tampak antusias, aktif bertanya, dan berdiskusi tentang cara-cara mengembangkan bisnis mereka secara digital.
Di luar penyampaian materi utama, kegiatan ini juga menyediakan sesi konsultasi terbuka yang memungkinkan para ibu PKK untuk berdiskusi secara langsung mengenai persoalan branding, khususnya yang berkaitan dengan pemasaran digital. Beberapa peserta menunjukkan antusiasme untuk mempelajari cara menjual produk melalui platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Menanggapi hal tersebut, kami memberikan pendampingan secara langsung mulai dari langkah awal membuat akun bisnis, merancang kalimat promosi yang menarik, hingga teknik sederhana merancang logo menggunakan aplikasi yang tersedia di ponsel. Sesi ini berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka, memberikan pembelajaran praktis yang relevan dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM di lapangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat meningkatkan literasi digital pelaku UMKM, memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, serta mendorong proses digitalisasi usaha kecil secara bertahap dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan menjadi strategi nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui teknologi.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja keras dan kolaborasi erat 11 mahasiswa KKN FBD Universitas Brawijaya, yakni Muhammad Afiandy Dwi Putra, Naura Sabina Iskandar, Rheyna Auliya Zahra, Nadia Maira Masjkur, Glenda Trifena Dien, Imro Atu Solihah, Haliza Dian Khairunisa, Rifa Athaya Lillah, Raisa Anindya Aprizka, Ella Nurlita, dan Muhammad Maulana Pratama Putra. Di bawah bimbingan Dr. Verdy Firmantoro, S.I.Kom., M.I.Kom., mereka menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa berteori, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan warga, tetapi juga membangun semangat kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat desa.
