Aksi Siswa SDN 02 Sokatengah Sulap Sampah Jadi Karya

Mahasiswa KKN-T IPB University yang berbagi cerita, kegiatan, dan inovasi bersama masyarakat Desa Sokatengah untuk mendorong perubahan dan kemajuan desa
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari MOCHAMAD AZRIL tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Melalui program “Plastic Heroes”, siswa belajar mengenal dampak sampah plastik dan mengolahnya menjadi karya seni.
Sokatengah, 6 Agustus 2026 — Bungkus jajanan dan sedotan bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah kini mendapat kesempatan kedua di tangan siswa SDN 02 Sokatengah, Kabupaten Tegal. Benda-benda sederhana itu diubah menjadi karya seni melalui kegiatan daur ulang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja “Plastic Heroes” yang digelar mahasiswa KKN-T IPB di Desa Sokatengah pada 5–6 Agustus 2026. Siswa kelas 2, 3, dan 4 diajak mengenal persoalan sampah sekaligus belajar mengolahnya melalui kegiatan yang menarik dan mudah dilakukan.
(Rabu 5 Agustus 2026), siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis sampah, dampaknya terhadap lingkungan, serta cara sederhana untuk menguranginya. Materi disampaikan melalui pemaparan dan diskusi interaktif, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film edukasi tentang lingkungan.
Saat ditanya mengenai dampak sampah, sejumlah siswa turut menyampaikan pendapatnya.
Rumah bau terus bisa banjir, ujar Husein siswa kelas 2 SDN 02 Sokatengah, Rabu (5/8/2026).
Dari diskusi tersebut, siswa diajak memahami bahwa persoalan sampah bukan hanya tentang benda yang dibuang, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal.
Memasuki hari kedua, siswa diajak menerapkan apa yang telah dipelajari. Bungkus jajanan dan sedotan bekas dikumpulkan untuk diolah menjadi karya seni berupa kolase.
Dalam kelompok yang terdiri dari lima orang, siswa memilih warna, memotong, menyusun, dan menempelkan potongan sampah hingga membentuk gambar. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga mendorong siswa untuk bekerja sama dan menjaga kerapian.
Bagi siswa, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih dapat dimanfaatkan. Pembelajaran lingkungan pun tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui aksi sederhana di ruang kelas.
Kepala SDN 02 Sokatengah, Pak Jatno, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-T IPB.
“Terima kasih mas dan mbak sudah mau mengisi kegiatan di sini. Anak-anak nggak terus-terusan belajar pelajaran umum, tapi hari ini juga belajar mengolah sampah jadi kreasi. Semoga kegiatan kayak gini bisa diadakan lagi, jadi anak-anak semakin peduli terhadap lingkungan,” tutup Pak Jatno, Kepala SDN 02 Sokatengah.
