Olah Limbah Agrikultura Bersama Mahasiswa KKN Tematik UNEJ di Desa Tegal Mijin

Mahasiswa KKN Tematik periode II TA 2021/2022 Universitas Jember Kelompok 267. DPL: dr. Yudha Nurdian, M.Kes
Konten dari Pengguna
26 Juli 2022 17:11
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari KKN UNEJ Desa Tegal Mijin - Grujugan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Mahasiswa Universitas Jember melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau yang dikenal sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai media bagi para mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di masa perkuliahan secara langsung kepada masyarakat. Program ini dilakukan secara rutin dengan tema yang berbeda di setiap tahunnya. Berbeda dengan KKN tahun 2020/2021 yang dilakukan secara hybrid, KKN periode 2021/2022 kembali dilaksanakan secara luring sepenuhnya seperti sebelum pandemi Covid-19. KKN periode ini secara resmi dilaksanakan selama 35 hari pada bulan Juli hingga Agustus 2022 yang tersebar di lima kabupaten/kota, yaitu Jember, Bondowoso, Situbondo, Pasuruan, dan Lumajang.
ADVERTISEMENT
Mahasiswa KKN UNEJ yang tergabung dalam kelompok 267 berjumlah 9 orang melaksanakan KKN di Desa Tegal Mijin Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso. Desa Tegal Mijin terbagi menjadi lima wilayah yang terdiri dari, utara, utara 1, selatan, krajan, dan timur. Desa ini memiliki komoditas utama di bidang pertanian berupa padi, tembakau, genjer, jagung, dan tebu. Selain di bidang pertanian, salah satu keunggulan Desa Tegal Mijin adalah produksi batu bata yang berhasil didistribusikan keluar Kabupaten Bondowoso.
Foto : Observasi situasi dan potensi desa (Dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Observasi situasi dan potensi desa (Dokumen pribadi)
“Batu bata yang diproduksi oleh masyarakat Desa Tegal Mijin memiliki kualitas yang cukup bagus. Produk bata yang dihasilkan dapat didistribusikan atau dijual dengan rentang harga 450-500 rupiah/press sedangkan penjualan bata di dalam Desa Tegal Mijin dapat dikenai harga berkisar 400-450/press” ujar Bapak Yusup selaku Kepala Dusun Tegal Mijin Timur.
ADVERTISEMENT
Mayoritas mata pencaharian masyarakat di Desa Tegal Mijin adalah petani padi yang mana produk pertaniannya akan di jual langsung dalam bentuk bahan mentah, yaitu beras. Pengolahan limbah pertanian di Desa Tegal Mijin masih tergolong rendah.
“Kalau di desa ini limbah pertanian seperti jerami belum diolah secara optimal, paling jerami yang masih muda cuma dijadikan sebagai pakan hewan ternak. Sisanya yang lain dijadikan media tanam untuk penanaman cabai” Ujar Bapak Samsul Arifin selaku Sekertaris Desa Tegal Mijin.
Foto : Observasi situasi dan potensi desa (Dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Observasi situasi dan potensi desa (Dokumen pribadi)
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan perangkat desa, kelompok 267 melakukan upaya pengoptimalan pemanfaatan limbah jerami padi yang juga dapat dikaitkan dengan tema kewirausahaan. Limbah jerami padi tersebut direncanakan akan diolah menjadi produk penunjang kesuburan tanah yang dapat dipakai oleh masyarakat setempat maupun diperjualbelikan kepada masyatakat luas. Seluruh Kepala Dusun Desa Tegal Mijin berharap dengan adanya kegiatan KKN tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya Desa Tegal Mijin. Selain itu, menurut Bapak dr. Yudha Nurdian, M.Kes selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL) kelompok 267 berharap program kerja ini dapat menekan angka pernikahan dini dan perceraian dini berdasarkan tingkat partisipasi remaja.
ADVERTISEMENT
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020