Konten dari Pengguna

Pemberdayaan Perempuan Ngelo: Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

KKN UNS 08 Ngelo Blora
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Periode Juli-Agustus 2025
9 September 2025 13:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Pemberdayaan Perempuan Ngelo: Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi
Program KKN 08 UNS di Kelurahan Ngelo, Blora memberdayakan ibu rumah tangga melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai jual sekaligus ramah lingkungan.
KKN UNS 08 Ngelo Blora
Tulisan dari KKN UNS 08 Ngelo Blora tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Blora, Jawa Tengah – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menghadirkan inovasi pengelolaan limbah rumah tangga di Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Minyak jelantah yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa disulap menjadi lilin aromaterapi bernilai jual.
ADVERTISEMENT
Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 ini menyasar ibu-ibu rumah tangga setempat sebagai peserta utama. Dengan metode partisipatif, mahasiswa KKN memperkenalkan bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang bagi kesehatan serta dampaknya terhadap pencemaran lingkungan. Setelah itu, peserta diajak mengikuti praktik langsung mengolah minyak jelantah melalui proses pemurnian, pencampuran dengan lilin padat, pewarnaan, pemberian aroma menggunakan minyak esensial, hingga tahap pencetakan dan pengemasan.
Proses Pemanasan Minyak Jelantah dan Stearic Acid (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim KKN UNS 08, 08 Agustus 2025, Balai Kelurahan Ngelo).
zoom-in-whitePerbesar
Proses Pemanasan Minyak Jelantah dan Stearic Acid (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim KKN UNS 08, 08 Agustus 2025, Balai Kelurahan Ngelo).
“Selama ini minyak jelantah hanya kami buang ke selokan atau dibakar. Ternyata bisa jadi produk bermanfaat dan punya nilai ekonomi. Saya senang sekali dapat pengalaman baru,” ujar salah satu peserta pelatihan, Ibu Rum, warga Kelurahan Ngelo.
Pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif, di mana peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif mencoba, bertanya, dan berdiskusi mengenai peluang usaha dari lilin aromaterapi. Hasilnya, para peserta berhasil memproduksi lilin dengan variasi warna dan aroma yang menarik, bahkan beberapa sudah berkreasi menambahkan hiasan pada kemasan.
ADVERTISEMENT
Lurah Ngelo, Ibu Sumiyati, menyambut baik kegiatan ini. “Program ini bermanfaat ganda: mengurangi pencemaran lingkungan dan membuka peluang usaha baru. Kami berharap ke depan masyarakat bisa mengembangkan keterampilan ini menjadi usaha rumahan,” katanya.
Peserta Berfoto dengan Produk Olahan Minyak Jelantah (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim KKN UNS 08, 08 Agustus 2025, Balai Kelurahan Ngelo).
Selain memberikan keterampilan praktis, kegiatan ini juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Para mahasiswa KKN menekankan bahwa keberhasilan program ini dapat menjadi model pemberdayaan berbasis lingkungan yang bisa direplikasi di daerah lain.
“Tujuan kami bukan hanya mengajarkan teknik pembuatan lilin aromaterapi, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan ibu rumah tangga,” ungkap Ketua KKN, Iqsan Farhan Supriyadi. “Kami berharap ke depan produk ini bisa dipasarkan secara lebih luas dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.”
Mahasiswa KKN Kelompok 8 UNS bersama Peserta Pelatihan (Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN UNS 08, 08 Agustus 2025, Balai Kelurahan Ngelo)
Program ini menunjukkan bahwa solusi kreatif dalam pengelolaan limbah dapat memberikan manfaat berlapis: menjaga kesehatan, melindungi lingkungan, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah setempat, inovasi sederhana seperti ini berpotensi menjadi langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
ADVERTISEMENT
Media Sosial @journeyatngelo