Konten dari Pengguna

KKN Kelompok 5 UPI Sumedang Angkat Potensi UMKM Desa Cimungkal lewat Kopi Arosta

KKN Kelompok 5 UPI Sumedang foto bersama Pak Yayan Ruhyana dan Pak Nuryadin (Dok KKN Kelompok 5 UPI Sumedang 2026)
zoom-in-whitePerbesar
KKN Kelompok 5 UPI Sumedang foto bersama Pak Yayan Ruhyana dan Pak Nuryadin (Dok KKN Kelompok 5 UPI Sumedang 2026)

Kopi Arosta Menjadi UMKM Unggulan Desa Cimungkal

SUMEDANG – Salah satu potensi unggulan yang mendapat perhatian adalah UMKM Kopi Arosta, sebuah usaha pengolahan kopi lokal yang telah berkembang sejak tahun 2017 dan menghadirkan produk berkualitas dari hasil bumi Desa Cimungkal. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang terus berupaya mengangkat potensi lokal yang dimiliki Desa Cimungkal, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang

Kopi Arosta merupakan usaha yang digagas oleh Yayan Ruhyana, yang memiliki komitmen untuk meningkatkan nilai tambah kopi lokal melalui proses pengolahan yang berkualitas. Nama Arosta sendiri diambil dari gabungan dua jenis kopi yang menjadi andalan, yaitu Arabika dan Robusta, sebagai identitas yang mencerminkan kekayaan komoditas kopi di Desa Cimungkal.

Dokumen pelatihan, sertifikat dan Izin Usaha lainnya (Dok KKN Kelompok 5 UPI Sumedang 2026)

Sejak dirintis, Yayan Ruhyana terus mengembangkan usahanya melalui berbagai pelatihan, peningkatan kualitas produk, serta pemenuhan aspek legalitas usaha. Berbagai dokumen perizinan, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, Sertifikat Halal, hingga sertifikat pelatihan telah dimiliki sebagai bentuk komitmen dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan terpercaya. Dalam proses produksinya, Yayan juga masih terlibat secara langsung untuk memastikan setiap tahapan, mulai dari pemilihan biji kopi, proses pengolahan, hingga pengemasan, dilakukan dengan cermat sehingga cita rasa dan mutu produk tetap terjaga. Keunggulan Kopi Arosta tidak hanya terletak pada legalitas usaha yang lengkap, tetapi juga pada keberagaman produk yang ditawarkan.

UMKM ini menghadirkan kopi dari dua varietas unggulan, yaitu Arabika dan Robusta, yang diolah menggunakan metode Natural dan Wine. Setiap metode pengolahan menghasilkan karakteristik rasa dan aroma yang berbeda, sehingga memberikan pilihan bagi penikmat kopi sesuai dengan preferensi masing-masing. Untuk jenis Robusta, tersedia varian Natural dan Wine dengan harga Rp100.000 per kilogram, sedangkan Arabika Natural dipasarkan seharga Rp200.000 per kilogram dan Arabika Wine seharga Rp300.000 per kilogram. Kombinasi kualitas bahan baku, proses pengolahan yang konsisten, serta variasi produk menjadikan Kopi Arosta memiliki nilai tambah dan daya tarik tersendiri di pasar kopi lokal. Selain menghasilkan produk berkualitas, Kopi Arosta juga berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat Desa Cimungkal.

Proses pemetikan Kopi Robusta bersama Pak Yayan Ruhyana dan Pak Nuryadin (Dok KKN Kelompok 5 UPI Sumedang 2026)

Dalam pengelolaannya, usaha ini didukung oleh struktur kepengurusan yang terdiri atas Wahyu Hidayat sebagai ketua, Wawan sebagai sekretaris, Nuryadin sebagai bendahara, serta sekitar 15 anggota yang turut membantu pengelolaan dan pengembangan usaha. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk upaya bersama dalam mengembangkan potensi kopi lokal agar semakin dikenal masyarakat.

Berkat kualitas produk yang terus dijaga, Kopi Arosta telah dikenal oleh konsumen dari berbagai daerah di Pulau Jawa, bahkan produknya telah menjangkau Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa kopi lokal Desa Cimungkal memiliki daya saing dan mampu diterima oleh pasar yang lebih luas. Kepercayaan konsumen tersebut menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas sekaligus memperkenalkan potensi kopi khas Desa Cimungkal kepada masyarakat.

Melalui kegiatan pendataan dan publikasi UMKM, KKN Kelompok 5 UPI Kampus Sumedang berharap Kopi Arosta semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan Desa Cimungkal.