Mengubah Limbah Kulit Buah Jadi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan di Pinrang

KKN-T Gelombang 114 Universitas Hasanuddin
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari kkn114wiringtasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
PINRANG, Selasa/22 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat. Bertempat di Balai Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, mereka menggelar sosialisasi dan demonstrasi dengan tema "Pembuatan Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan dari Kulit Pisang dan Kulit Jeruk".
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, untuk mengelola limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Tim KKN-T Unhas menyadari potensi besar kulit pisang dan kulit jeruk sebagai sumber daya terbarukan yang melimpah di desa, namun kerap hanya berakhir menjadi sampah.
"Limbah kulit pisang dan jeruk ini memiliki kandungan saponin, flavonoid tanin, dan senyawa bioaktif lainnya yang bermanfaat. Daripada dibuang, kita bisa mengubahnya menjadi sabun cuci piring yang efektif, hemat biaya, dan tentunya lebih aman bagi lingkungan karena minim bahan kimia keras," Ujar Mahasiswa yang akrab disapa Nura.
Sosialisasi dimulai dengan pemaparan materi mengenai dampak negatif limbah organik terhadap lingkungan, pentingnya menjaga kebersihan rumah tangga, serta pengenalan bahan-bahan alami yang bisa dimanfaatkan. Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi demonstrasi dimulai. Para mahasiswa mempraktikkan langsung tahapan pembuatan sabun, mulai dari proses ekstraksi hingga pencampuran dengan bahan pendukung lainnya.
Salah satu inovasi yang ditekankan adalah penggunaan kulit pisang sebagai sumber antiseptik dan antibakteri serta kulit jeruk sebagai agen penghilang lemak alami dan pemberi aroma segar. Peserta aktif bertanya dan mencoba tahapan demi tahapan, dari penghalusan bahan baku hingga pengadukan adonan sabun. Diharapkan, dengan pelatihan ini, ibu-ibu di Desa Wiringtasi tidak hanya mampu membuat sabun untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga berpotensi mengembangkannya menjadi usaha rumahan.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek praktis pembuatan sabun, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya dan penerapan gaya hidup berkelanjutan. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata komitmen KKN-T Unhas dalam mendorong inovasi berbasis kearifan lokal untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan peduli lingkungan.
