Konten dari Pengguna
Mahasiswa KKN MaS 117 Ciptakan Sabun Cair Ramah Lingkungan dari Bahan Kimia
2 September 2025 10:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Mahasiswa KKN MaS 117 Ciptakan Sabun Cair Ramah Lingkungan dari Bahan Kimia
Mahasiswa KKN-Mas Kelompok 117 melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan membuat sabun cair ramah lingkungan dari bahan kimia yang aman. Kegiatan ini tidak hanya mengedukasi warga tentang pentKKN MAs 117 Minas Barat
Tulisan dari KKN MAs 117 Minas Barat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
MINAS BARAT - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah dari kelompok 117 berhasil menciptakan inovasi sabun cair yang aman dan ramah lingkungan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di desa Minas Barat KM.44 (28/08/2025).
ADVERTISEMENT
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja unggulan kelompok 117 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan penggunaan produk rumah tangga yang tidak membahayakan kesehatan maupun lingkungan.
Sabun cair yang dibuat menggunakan bahan-bahan kimia yang sudah teruji keamanannya, seperti SLES (Sodium Lauryl Ether Sulfate), Cocamidopropyl Betaine, NaCl (garam dapur), pewarna serta Fragrance (Pewangi), sehingga aman digunakan sehari-hari baik untuk cuci tangan maupun pembersih serbaguna.
" Kami ingin memperkenalkan produk yang selain ramah lingkungan bisa menjadi peluang opsi untuk membuka UMKM baru," ujar Alya Umminatun Assalim salah satu anggota kelompok 117.
Kegiatan pembuatan sabun cair ini tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan warga setempat, terutama ibu-ibu rumah tangga. Warga tampak antusias mengikuti pelatihan dan berharap bisa mengembangkan produksi sabun cair secara mandiri di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
Program ini mendapat dukungan penuh dari aparat desa setempat yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan adanya inovasi ini, kelompok KKN-MaS 117 berharap dapat memberikan kontribusi positif dan meninggalkan warisan keterampilan yang bermanfaat bagi warga desa, terutama dalam hal kesehatan, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan.

