Sosialisasi Stop Bullying: Kita Teman Bukan Lawan di SDN Wanatirta 04

Mahasiswa KKN 17 Universitas Peradaban, Desa Wanatirta, kecamatan Paguyangan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN17 UPB Desa Wanatirta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 17 Universitas Peradaban melaksanakan kegiatan sosialisasi Stop Bullying di SDN Wanatirta 04. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa tentang bahaya bullying serta pentingnya saling menghormati.
Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik, verbal, maupun psikologis. Ejekan, hinaan, pengucilan, hingga ancaman sering kali dianggap sebagai hal sepele, padahal dapat meninggalkan luka mendalam bagi korban. Pada usia sekolah dasar, anak-anak masih berada dalam tahap pembentukan karakter, sehingga perilaku bullying yang tidak ditangani dengan baik dapat terbawa hingga dewasa.
Kurangnya pemahaman tentang dampak bullying serta minimnya edukasi mengenai empati dan toleransi menjadi salah satu faktor utama terjadinya perundungan di sekolah. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan.
Mahasiswa KKN 17 Universitas Peradaban berperan aktif sebagai agen perubahan dalam lingkungan pendidikan. Melalui program sosialisasi Stop Bullying, mahasiswa memberikan materi secara interaktif dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa.
Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui berbagai metode, seperti penyampaian materi, pemutaran video edukatif, diskusi ringan, permainan edukatif, serta simulasi sederhana. Dengan pendekatan yang menyenangkan, siswa diajak untuk memahami arti bullying, mengenali bentuk-bentuknya, serta mengetahui cara bersikap jika menjadi korban maupun saksi perundungan.
Pelaksanaan sosialisasi Stop Bullying di SDN Wanatirta 04 memberikan dampak positif yang signifikan. Siswa menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga sikap dan perkataan terhadap teman-temannya. Mereka juga lebih berani untuk melaporkan jika mengalami atau melihat tindakan bullying.
Upaya pencegahan bullying tidak dapat dilakukan secara instan dan sepihak. Diperlukan kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, mahasiswa, dan masyarakat sekitar. Sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN merupakan langkah awal yang perlu dilanjutkan dengan program pembinaan karakter secara berkelanjutan.
Guru diharapkan dapat terus memantau perilaku siswa dan memberikan pembinaan yang tepat. Orang tua juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika di lingkungan keluarga. Dengan kerja sama yang solid, budaya anti-bullying dapat tumbuh dan mengakar di lingkungan sekolah.
Sosialisasi Stop Bullying yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN 17 Universitas Peradaban di SDN Wanatirta 04 merupakan wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang bahaya bullying, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Melalui upaya preventif yang berkelanjutan, diharapkan kasus bullying dapat diminimalisir, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat tumbuh kembang anak yang optimal, baik secara akademik maupun moral.
Tim KKN 17 Mahasiswa UPB Desa Wanatirta
