Tradisi Bersih Desa Bulan Suro di Desa Sukomoro

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 45 IAIN Kediri
Tulisan dari KKN45 IAINKEDIRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kediri-Bersih desa merupakan tradisi slamatan atau tradisi adat jawa turun temurun pada kebudayaan masyarakat. Tradisi ini dilaksanakan di Dusun Sukomoro Desa Sukomoro Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. (28/07/23)

Acara diawali di punden Mbah Buluh. Di Punden tersebut pada pagi hari dilaksanakan kenduri bersama warga dan peserta KKN 45 IAIN Kediri serta perangkat Desa Sukomoro yang berkeyakinan dengan ritual tersebut. Dengan membawa tumpeng masing-masing 1 di setiap rumah. Tidak lupa mengirim saji-sajian di punden Mbah Buluh.
Setelah Kenduri di Punden Mbah Buluh selesai, dilanjut berdoa bersama-sama di tempat acara Wayang Kulit. Menurut kepala Dusun Sukomoro, Isa Marjuki, Yang melatarbelakangi acara Wayang Kulit Bersih Desa sebagai kepercayaan warga yang dulunya Mbah Buluh sangat menyukai Wayang Kulit dan berpesan setiap tahunnya pada bulan suro diselenggarakan Wayang Kulit.
“yang melatarbelakangi acara Wayang Kulit Bersih Desa itu sebagai rasa kepercayaan warga dan acara Wayang Kulit ialah kesukaan Mbah Buluh dan sebagai permintaannya setiap tahun pada bulan suro diselenggarakan acara tersebut. Yang mana acara intinya pada siang hari dan malam harinya hiburan”
Respon dari masyarakat desa di acara ini ialah mensakralkan adat istiadat Bersih Desa Wayang Kulit dan diluar desa merespon dengan bagus dan hanya sebagai hiburan semata dan juga menghargai akan tradisi tersebut.Desa Sukomoro masih menjaga kearifan lokalnya dengan Tradisi adat istiadat Jawa Bersih Desa Wayang Kulit. Masyarakat Sukomoro sangat antusias dalam menyelenggarakan tradisi ini.
