Konten dari Pengguna

Edukasi Lingkungan SMPN 1 Bungaraya melalui Agroedu, Dapur Botani Terra action

kknberdampakkabsiak2026

kknberdampakkabsiak2026

KUKERTA BERDAMPAK KHUSUS FMIPA 2026 UNIVERSITAS RIAU

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kknberdampakkabsiak2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunga Raya, Siak──Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) melaksanakan rangkaian program kerja terpadu di SMPN 1 Bungaraya pada Selasa(03/02/2026). Kegiatan ini mengintegrasikan tiga program kerja utama dalam satu hari pelaksanaan, yaitu Agro-Edu Field Trip, Dapur Botani (segmen Benih Mandiri), dan Terra-Action.

Foto bersama dengan siswa-siswi SMP Negeri 1 Bunga Raya dengan Mahasiswa KUKERTA FMIPA UNRI 2026 Kelompok Mawar
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama dengan siswa-siswi SMP Negeri 1 Bunga Raya dengan Mahasiswa KUKERTA FMIPA UNRI 2026 Kelompok Mawar

Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap pertanian, lingkungan, serta penerapan praktik sederhana yang berkelanjutan. Kegiatan melibatkan siswa kelas VII.1 dan VII.2 dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lingkungan sekitar sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Agro-Edu Field Trip yang mengusung konsep sekolah alam. Siswa diajak untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar kelas, tepatnya di kebun warga yang berada di samping sekolah dan ditanami jagung serta kacang tanah.

Dalam kegiatan ini, siswa melakukan identifikasi daun serta pengumpulan bunga, daun, dan ranting dari tanaman liar yang terdapat di sekitar lokasi. Pemilihan daun sebagai objek utama identifikasi bertujuan untuk memperkenalkan peran daun dalam proses fotosintesis, sekaligus mengenalkan perbedaan mekanisme fotosintesis pada tanaman C3, C4, dan CAM.

Kegiatan mengidentifikasi perbedaan antara daun, bunga dan ranting serta pemberian materi mengenai pengelompokkan tanaman

Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai interaksi antar tanaman serta karakteristik tanah yang baik untuk kegiatan penanaman.Penyampaian materi pada kegiatan Agro-Edu Field Trip ini disampaikan oleh Afrilia Manzilina. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendorong siswa untuk aktif mengamati kondisi lingkungan secara langsung.

Penyampaian alur pelaksanan Agro Edu Field Trip, Dapur Botani dan Terra-Action oleh Afrilia Manzilina

Program selanjutnya adalah Benih Mandiri, yang merupakan salah satu segmen dari program Dapur Botani. Pada kegiatan ini, siswa diberikan edukasi mengenai dasar-dasar pembenihan tanaman.

Siswa diajarkan cara pembuatan benih mandiri serta cara membedakan biji ortodoks dan biji rekalsitran. Materi ini disampaikan untuk memberikan pemahaman bahwa keberhasilan pembenihan tidak hanya bergantung pada proses penanaman, tetapi juga pada kemampuan benih untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu, khususnya pada biji ortodoks.

Sebagai bentuk praktik, siswa diajak melakukan penanaman di kebun sekolah menggunakan beberapa jenis benih, di antaranya terong dan timun. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan dasar bercocok tanam, menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tanaman yang ditanam, serta menanamkan rasa bangga dan tidak malu terhadap kegiatan yang berkaitan dengan bertani dikarenakan Kampung Bungaraya merupakan daerah yang terkenal akan lahan persawahannya yang besar.

Proses penanaman dalam praktek benih mandiri di halaman SMP Negeri 1 Bunga Raya

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan program Terra-Action yang berfokus pada aksi lingkungan. Pada kegiatan ini, siswa diberikan penjelasan mengenai manfaat biopori bagi lingkungan, terutama dalam meningkatkan daya serap air, mengurangi genangan air, serta menjaga kesuburan tanah.

Dokumentasi hasil pembuatan lubang biopori sebagai upaya meningkatkan daya serap tanah dan pengelolaan sampah organik

Setelah penyampaian materi, siswa melakukan demonstrasi pembuatan biopori sebanyak dua lubang di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan melalui tindakan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pelaksanaan program Agro-Edu Field Trip, Dapur Botani (Benih Mandiri), dan Terra-Action, mahasiswa KKN berhasil mengintegrasikan edukasi pertanian dan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan yang aplikatif. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan siswa SMPN 1 Bungaraya mengenai pertanian, pembenihan, serta kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menjadi langkah awal dalam membentuk sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap alam sekitar.