Konten dari Pengguna

JELITA: Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bersama Ibu PKK Bunga Raya

kknberdampakkabsiak2026

kknberdampakkabsiak2026

KUKERTA BERDAMPAK KHUSUS FMIPA 2026 UNIVERSITAS RIAU

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kknberdampakkabsiak2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunga Raya, Siak──Minyak jelantah sering dianggap sebagai sisa dapur yang tak lagi bernilai. Setelah digunakan berulang kali, minyak ini biasanya dibuang begitu saja ke saluran air atau tanah, tanpa disadari menimbulkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan. Padahal, di tangan yang tepat, limbah ini bisa menjelma menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Melihat minyak jelantah yang masih memiliki potensi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak, melaksanakan program kerja pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan di tingkat rumah tangga.

Kegiatan ini telah terlaksana pada Rabu(04/02/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Bungaraya, dengan suasana yang hangat, aktif, dan penuh antusiasme.

Foto bersama Ibu-ibu PKK Bungaraya usai kegiatan JELITA (Jelantah Jadi Aromaterapi) sebagai upaya pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna dan ramah lingkungan

Sesi awal kegiatan, peserta diajak memahami terlebih dahulu apa itu minyak jelantah dan dampaknya. Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas yang telah digunakan berulang kali sehingga kualitasnya menurun. Jika dikonsumsi kembali, minyak ini berpotensi memicu gangguan kesehatan. Sementara jika dibuang sembarangan, ia dapat mencemari air dan merusak lingkungan.

Namun, minyak jelantah tidak selalu berakhir sebagai masalah. Dengan pengolahan yang tepat, minyak ini dapat diolah kembali menjadi produk ramah lingkungan, salah satunya lilin aromaterapi.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Adapun bahan utama yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi minyak jelantah yang telah disaring, asam stearat, essential oil, serta pewarna makanan.

Proses pembuatan dilakukan secara bertahap dan sederhana, sehingga mudah dipahami dan dapat dipraktikkan kembali di rumah. Ibu-ibu PKK tampak aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam setiap tahap pembuatan lilin. Aroma wangi dari essential oil yang dipilih menambah kesan menyenangkan selama kegiatan berlangsung.

Demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi oleh mahasiswa KUKERTA

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga pemahaman bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat dimulai dari dapur sendiri. Lilin aromaterapi hasil olahan minyak jelantah ini tidak hanya bermanfaat untuk relaksasi, tetapi juga berpotensi menjadi produk usaha rumahan yang bernilai jual.

Program kerja ini diharapkan dapat mendorong ibu-ibu PKK Kampung Bungaraya untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus kreatif dalam memanfaatkan limbah menjadi peluang.

Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini menjadi bukti bahwa langkah kecil dapat membawa perubahan besar. Dari dapur rumah, dari limbah yang sering diabaikan, lahir kesadaran baru tentang lingkungan, kemandirian, dan kreativitas.

Mahasiswa KUKERTA di Kampung Bungaraya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda satu hari, melainkan terus berlanjut sebagai kebiasaan dan potensi usaha bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK. Karena dari limbah, selalu ada peluang. Dari sisa, selalu ada harapan.