Nutri-Boost: pupuk organik cair ramah lingkungan bagi Ibu PKK

KUKERTA BERDAMPAK KHUSUS FMIPA 2026 UNIVERSITAS RIAU
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari kknberdampakkabsiak2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bungaraya, Siak──Program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk hadir, mendengar, dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat. Salah satu wujud pengabdian tersebut diwujudkan melalui program kerja Nutri-Boost, sebuah kegiatan edukatif dan aplikatif berupa pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah dapur.
Kegiatan Nutri-Boost dilaksanakan di Desa Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, tepatnya pada Rabu(04/02/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Bungaraya. Sasaran utama kegiatan ini adalah Ibu-ibu PKK, sebagai garda terdepan pengelolaan rumah tangga sekaligus agen perubahan dalam pemanfaatan limbah rumah tangga yang berkelanjutan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Kristina Raffiani, yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan hangat. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti berupa penyampaian materi dan simulasi pembuatan pupuk organik cair yang dipandu oleh Dhea Fhiby Adriany dan Sherly Meilindasari.
Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah dapur, khususnya sisa sayur-sayuran dan buah-buahan, yang selama ini sering dianggap tidak bernilai. Melalui pendekatan sederhana dan mudah dipraktikkan, limbah tersebut justru dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman serta ramah lingkungan.
Adapun bahan utama yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair pada kegiatan ini meliputi sampah organik berupa sisa sayuran dan buah-buahan, larutan EM4, larutan gula merah, dan air. Seluruh proses dijelaskan secara runtut, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga tahap fermentasi. Peserta juga diajak untuk menyaksikan langsung simulasi pembuatan POC sehingga dapat memahami langkah-langkahnya secara praktis dan aplikatif.
Antusiasme Ibu-ibu PKK terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan menunjukkan ketertarikan untuk mencoba pembuatan pupuk organik cair secara mandiri di rumah. Hal ini menunjukkan bahwa program Nutri-Boost tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu mendorong partisipasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Nutri-Boost, diharapkan masyarakat Desa Bungaraya, khususnya Ibu-ibu PKK, dapat memanfaatkan limbah dapur menjadi produk yang bernilai guna, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung praktik pertanian dan pekarangan yang lebih ramah lingkungan. Program ini menjadi salah satu langkah kecil namun bermakna dalam mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, peduli lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
