Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKNT IPB UniversitPerkuat Kapasitas Kelompok Tani Hutan di Desa Bojong

kknbojong26

kknbojong26

Tim KKNT Inovasi IPB University 2026

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kknbojong26 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKNT IPB UniversitPerkuat Kapasitas Kelompok Tani Hutan di Desa Bojong
zoom-in-whitePerbesar

Mahasiswa yang tergabung dalam KKNT Inovasi IPB University melaksanakan dua kegiatan edukatif dalam lingkup program kerja Perhutanan Sosial, yaitu NGABIT (Ngariksa Bibit di Persemaian Desa Bojong) dan BIOLA (Bio-enzyme Olahan Organik) di Tanah Bereum, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini ditujukan guna meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengelolaan persemaian sekaligus mendorong pemanfaatan limbah organik sebagai produk yang bernilai guna bagi kegiatan pertanian dan kehutanan

Program NGABIT difokuskan pada edukasi teknik perkecambahan benih dan perawatan bibit di persemaian Desa Bojong melalui penyampaian materi serta demonstrasi secara langsung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan tahapan pengelolaan persemaian yang baik menggunakan benih tiga jenis tanaman yang memiliki potensi untuk mendukung pengelolaan hutan dan peningkatan ekonomi masyarakat Desa Bojong, yaitu aren (Arenga pinnata), sengon alba (Falcataria falcata), dan gmelina (Gmelina arborea). Materi yang disampaikan meliputi pengujian daya kecambah, teknik pematahan dormansi, teknik perkecambahan, teknik penyapihan, perawatan bibit, hingga penentuan kriteria bibit yang siap tanam. Seluruh demonstrasi dilakukan menggunakan benih yang berasal dari Desa Bojong sehingga teknik yang diperagakan sesuai dengan kondisi dan potensi sumber daya lokal. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik pembibitan yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan persemaian serta menghasilkan bibit yang berkualitas sebagai penunjang pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Selain edukasi mengenai persemaian, mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Dalam sesi ini, peserta memperoleh edukasi mengenai pengertian, manfaat, serta tahapan pembuatan eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pendukung kegiatan pertanian maupun pengelolaan lingkungan. Sebagai bentuk implementasi awal, mahasiswa turut membagikan eco-enzyme kepada seluruh peserta yang hadir sehingga mereka dapat mengenal sekaligus mencoba pemanfaatannya secara langsung.

Edukasi mengenai perhutanan sosial, persemaian, dan eco-enzyme melalui program NGABIT dan BIOLA

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Bojong, Atep Sumiarsa Bakri, S.Pd, Ketua Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hendra Gunawan, serta Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Leuweung Dayeuh, Edin Wahyudin. Kehadiran para pemangku kepentingan desa dan pengelola kawasan hutan menjadi wujud dukungan terhadap penguatan kapasitas Kelompok Tani Hutan dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui dialog dua arah yang berlangsung aktif antara tim mahasiswa dan anggota Kelompok Tani Hutan. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai teknik perkecambahan, perawatan bibit, penanganan benih yang mengalami dormansi, hingga penggunaan eco-enzyme. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat peserta untuk mengadopsi pengetahuan dan teknologi sederhana yang diperkenalkan selama kegiatan.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, mahasiswa juga menyerahkan booklet mengenai teknik persemaian kepada Pak Hendra selaku Ketua Hutan Kemasyarakatan. Booklet tersebut disusun sebagai panduan praktis yang dapat dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Hutan dalam mengimplementasikan teknik pembibitan secara mandiri, sekaligus menjadi media pembelajaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan di Desa Bojong.

Melalui program NGABIT dan BIOLA, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap Kelompok Tani Hutan di Desa Bojong semakin memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan bibit tanaman hutan yang berkualitas serta memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pengelola hutan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat implementasi perhutanan sosial sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Author:

Afifah Nur Inayah – Matematika, SSMI IPB

Alvieta Gracia Ardani – Silvikultur, Fahutan IPB