KKN-K Desa Curahpetung Gelar Program “PEDULI” untuk Lindungi Ibu dan Anak
Tulisan dari KKNCurahpetung25 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Curahpetung, Lumajang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi dari tiga perguruan tinggi di Jawa Timur, yaitu Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas Lumajang (UNILU), sukses melaksanakan program kerja utama bertajuk PEDULI (Penuhi Edukasi Dini untuk Lindungi Ibu dan Anak) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Kegiatan yang digelar di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting dan pentingnya imunisasi, sekaligus mengedukasi praktik pemberian makanan tambahan (PMT) yang sehat dan mudah dibuat di rumah.
Latar Belakang Program PEDULI
Program PEDULI lahir dari hasil diskusi dan observasi lapangan yang dilakukan oleh kelompok KKN Kolaborasi. Desa Curahpetung, meskipun memiliki potensi pertanian yang baik, masih menghadapi tantangan terkait kesehatan ibu dan anak. Data kesehatan wilayah menunjukkan adanya risiko stunting pada balita serta tingkat partisipasi imunisasi yang belum maksimal akibat beberapa faktor, mulai dari kurangnya pemahaman hingga adanya kekhawatiran efek samping vaksin.
Koordinator KKN Kolaborasi Desa Curahpetung menjelaskan bahwa program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga memahami praktik nyata dalam meningkatkan kesehatan keluarga.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu apa itu stunting atau imunisasi, tetapi juga paham langkah-langkah pencegahan dan siap menerapkannya di rumah,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan PEDULI dibagi menjadi dua sesi utama, dengan pendekatan interaktif yang memadukan edukasi, diskusi, hingga praktik langsung.
1. Sesi Edukasi: Stunting dan Imunisasi
Sesi pertama diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait stunting dan imunisasi. Tes ini berfungsi sebagai pembanding sebelum dan sesudah materi diberikan, sehingga efektivitas edukasi dapat diukur secara langsung.
Setelah itu, peserta diajak membuat pohon permasalahan berdasarkan keresahan yang mereka alami terkait imunisasi. Beberapa masalah yang muncul antara lain:
• Larangan keluarga untuk membawa anak imunisasi.
• Kekhawatiran demam setelah vaksin.
Pohon permasalahan ini menjadi pijakan materi, khususnya pada sesi imunisasi, agar penjelasan narasumber lebih tepat sasaran.
Materi Stunting
Materi stunting dibawakan oleh Ibu Vebby Diana Anggraeni, A.Md.Gz, ahli gizi dari Puskesmas Kedungjajang. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara detail:
• Definisi stunting: kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis.
• Penyebab stunting: mulai dari asupan gizi yang kurang, penyakit infeksi berulang, hingga pola asuh yang kurang tepat.
• Dampak stunting: menghambat perkembangan fisik dan kognitif anak.
• Pencegahan: pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pola hidup bersih.
Ibu Vebby menekankan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tetapi juga berpengaruh pada masa depan anak secara keseluruhan.
Materi Imunisasi
Materi kedua disampaikan oleh Dokter dari Puskesmas Kedungjajang. Berdasarkan hasil pohon permasalahan yang dibuat peserta, dokter memfokuskan pembahasan pada dua hal:
1. Mengatasi larangan keluarga untuk imunisasi: menjelaskan bahwa vaksin bukan hanya melindungi anak yang divaksin, tetapi juga menciptakan perlindungan kelompok (herd immunity).
2. Menghadapi demam setelah vaksin: demam merupakan respon alami tubuh dalam membentuk kekebalan, dan dapat diatasi dengan penanganan sederhana seperti kompres hangat dan pemberian obat penurun panas sesuai anjuran.
Narasumber juga menggarisbawahi bahwa risiko tidak imunisasi jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan yang mungkin muncul.
2. Sesi Praktik: Demo Pembuatan PMT Pancake Pisang
Sesi kedua adalah praktik pembuatan makanan tambahan (PMT) yang bergizi, yaitu pancake pisang. Resep ini dipilih karena:
• Bahan mudah didapat di desa.
• Kaya nutrisi dari pisang (karbohidrat, vitamin, mineral) dan tambahan protein dari telur serta susu.
• Disukai anak-anak karena rasa manis alami dan teksturnya yang lembut.
Peserta dibimbing langsung oleh tim KKN untuk membuat pancake dari awal, mulai dari persiapan bahan, proses pengadukan, hingga teknik memasak yang tepat agar pancake tetap lembut dan bernutrisi.
Evaluasi Hasil Kegiatan
Setelah seluruh sesi materi dan praktik selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dibandingkan hasil pre-test.
Berdasarkan analisis yang dilakukan tim KKN, diperoleh hasil sebagai berikut:
• 50% peserta sudah memahami materi sejak awal sebelum sesi materi dimulai.
• 30% peserta menunjukkan peningkatan signifikan setelah mendapatkan materi dan mengikuti diskusi interaktif.
• 20% peserta tidak mengalami peningkatan pemahaman, yang kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan fokus selama kegiatan atau faktor latar belakang pendidikan.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan dasar, sesi materi tetap memberikan tambahan wawasan yang berarti bagi sepertiga peserta. Tim KKN mencatat bahwa peserta yang tidak mengalami peningkatan akan menjadi target khusus untuk pendekatan lanjutan melalui edukasi door-to-door bersama kader posyandu dan bidan desa. Selain itu, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan partisipasi aktif dalam sesi pembuatan PMT.
Dampak dan Harapan
Program PEDULI diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran kesehatan ibu dan anak di Desa Curahpetung. Dengan pengetahuan yang diperoleh, masyarakat dapat:
• Mencegah stunting sejak dini melalui pola makan dan asupan gizi yang tepat.
• Menghilangkan keraguan terhadap imunisasi, sehingga cakupan vaksinasi meningkat.
• Mempraktikkan pembuatan PMT sehat di rumah secara rutin.
Perwakilan Puskesmas Kedungjajang mengapresiasi kegiatan ini dan berharap sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus berlanjut.
Kegiatan PEDULI yang diinisiasi oleh KKN Kolaborasi UNEJ, UIJ, dan UNILU bukan sekadar program kerja tahunan, tetapi sebuah gerakan nyata untuk melindungi masa depan anak-anak Desa Curahpetung. Dengan memadukan ilmu, keterampilan, dan pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

