Konten dari Pengguna

KKN-K Desa Curahpetung Tutup Program dengan Edukasi “Sampahku, Tanggung Jawabku"

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKNCurahpetung25 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KKN-K Desa Curahpetung Tutup Program dengan Edukasi “Sampahku, Tanggung Jawabku"
zoom-in-whitePerbesar

Curahpetung, Lumajang – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi yang terdiri dari mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas Lumajang (UNILU) resmi menutup rangkaian program pengabdian mereka di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, dengan sebuah kegiatan kreatif bertajuk “Sampahku, Tanggung Jawabku”. Program ini dilaksanakan di SDN Curahpetung 01 pada 13 Agustus 2025, melibatkan 40 siswa kelas IV dalam rangkaian sosialisasi, edukasi, sekaligus praktik langsung pengolahan sampah plastik menjadi karya kolase.

Latar Belakang Program: Menjawab Masalah Sampah di Pedesaan

Permasalahan sampah bukan hanya menjadi isu di perkotaan, melainkan juga di wilayah pedesaan. Desa Curahpetung sebagai salah satu desa agraris masih menghadapi keterbatasan dalam sistem pengelolaan sampah. Tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun akses rutin petugas kebersihan membuat masyarakat harus mencari cara alternatif, mulai dari membakar hingga membuang sampah ke kebun atau sungai.

Kebiasaan ini tentu menimbulkan dampak serius, baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Plastik yang dibakar dapat menghasilkan zat berbahaya seperti dioksin, sementara sampah yang dibuang sembarangan mencemari tanah dan air. Dari sinilah ide program “Sampahku, Tanggung Jawabku” lahir.

Ketua kelompok KKN, menjelaskan bahwa program ini sengaja menyasar anak-anak sekolah dasar agar edukasi bisa ditanamkan sejak dini.

“Anak-anak adalah agen perubahan. Jika mereka dibiasakan memilah dan mengolah sampah sejak kecil, kebiasaan ini akan terbawa hingga dewasa dan mampu mengubah perilaku masyarakat secara keseluruhan,” ungkapnya.

Jalannya Kegiatan: Dari Sosialisasi hingga Kolase Kreatif

1. Sosialisasi Jenis dan Pengolahan Sampah

Kegiatan dimulai dengan sesi sosialisasi di aula SDN Curahpetung 01. Mahasiswa KKN memperkenalkan tiga jenis utama sampah, yaitu:

• Sampah organik: sisa makanan, daun, ranting, yang bisa diolah menjadi kompos.

• Sampah anorganik: plastik, kaca, logam, yang bisa didaur ulang.

• Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): baterai, lampu, obat kadaluarsa, yang harus ditangani khusus.

Anak-anak diajak untuk mengenali contoh langsung dari setiap jenis sampah yang dibawa oleh mahasiswa. Mereka juga diperlihatkan cara sederhana mengolahnya di desa, misalnya membuat kompos dari sampah dapur atau memanfaatkan botol plastik sebagai pot tanaman.

Atmosfer sosialisasi berlangsung interaktif. Siswa-siswi aktif menjawab pertanyaan, bahkan ada yang berebut memberikan contoh jenis sampah yang mereka kenal.

2. Praktik Kolase Plastik

Setelah sosialisasi, kegiatan berlanjut ke sesi praktik daur ulang kreatif. Sebelumnya, mahasiswa telah meminta siswa membawa sampah plastik bersih dari rumah. Sampah-sampah ini kemudian dipotong kecil-kecil dan ditempelkan pada kertas bergambar hewan yang sudah disiapkan panitia.

Beberapa tema gambar yang dipilih antara lain ikan, burung, gajah, dan kupu-kupu. Anak-anak terlihat antusias menempelkan potongan plastik seadanya yang mereka bawa dari rumah maupun yang disediakan oleh mahasiswa KKN. Walaupun warna plastik tidak selalu sesuai dengan gambar hewan yang sudah tersedia, hal itu justru menambah keunikan hasil karya. Gambar ikan, burung, hingga kupu-kupu dihiasi dengan berbagai potongan plastik berwarna campuran, sehingga menghasilkan kolase yang kreatif dan penuh ekspresi khas anak-anak.

Makna Edukasi Lingkungan untuk Anak Desa

Program “Sampahku, Tanggung Jawabku” bukan sekadar penutupan simbolis KKN, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai peduli lingkungan sejak dini. Dengan metode yang kreatif, edukasi tentang sampah bisa terasa menyenangkan.

Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa solusi permasalahan sampah di desa tidak selalu harus bergantung pada infrastruktur besar. Kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, justru menjadi kunci utama perubahan.

Menurut salah satu mahasiswa peserta KKN, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik awal lahirnya gerakan kecil di Desa Curahpetung dalam mengelola sampah.

“Kalau anak-anak sudah terbiasa memilah sampah, mereka bisa mengingatkan orang tua di rumah. Dari sana akan tumbuh kesadaran kolektif di masyarakat,” ujarnya.

Respon siswa terhadap kegiatan ini sangat positif. Banyak dari mereka yang mengatakan baru pertama kali mengetahui bahwa sampah bisa diubah menjadi karya seni. Beberapa bahkan bersemangat ingin mencoba membuat kolase lain di rumah dengan sisa plastik yang ada.

Akhir Program dan Harapan untuk Desa Curahpetung

Dengan berakhirnya program “Sampahku, Tanggung Jawabku”, maka resmi pula berakhir rangkaian kegiatan KKN Kolaborasi di Desa Curahpetung. Selama beberapa minggu, mahasiswa UNEJ, UIJ, dan UNILU telah melaksanakan berbagai program, mulai dari sosialisasi kesehatan, gizi balita, hingga edukasi lingkungan.

Program terakhir ini dipilih sebagai penutup karena dianggap memiliki makna simbolis: tanggung jawab terhadap sampah adalah tanggung jawab bersama, sama seperti pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang harus berlanjut meski masa KKN berakhir.

Dalam penutupan kegiatan, mahasiswa menyerahkan hasil dokumentasi program kepada pihak sekolah dan perangkat desa sebagai arsip serta bahan refleksi untuk kegiatan selanjutnya.

Perwakilan mahasiswa, menyampaikan harapannya:

“Kami berharap apa yang sudah kami tanamkan bisa terus berlanjut. Anak-anak Curahpetung akan menjadi generasi yang lebih peduli lingkungan dan bisa menginspirasi masyarakat sekitar.”

Program “Sampahku, Tanggung Jawabku” menjadi bukti nyata bahwa edukasi sederhana dapat memberikan dampak besar jika dikemas dengan kreatif. Dari tangan kecil siswa SDN Curahpetung 01, lahirlah karya seni dari plastik bekas yang mengingatkan kita semua: sampah bukan hanya limbah, tapi juga tanggung jawab bersama.

Mahasiswa KKN Kolaborasi dari UNEJ, UIJ, dan UNILU pun meninggalkan jejak berharga di Desa Curahpetung. Walau masa pengabdian mereka telah usai, nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab yang ditanamkan akan tetap hidup di hati anak-anak desa ini.