Konten dari Pengguna

KKN Kolaborasi Curahpetung Gelar Sosialisasi Hipertensi dan Senam Lansia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKNCurahpetung25 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Curahpetung, Lumajang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi dari tiga perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, yaitu Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas Lumajang (UNILU), kembali menjalankan aksi nyata pengabdian kepada masyarakat. Pada pekan ini, fokus kegiatan difokuskan pada sosialisasi pencegahan dan pengelolaan hipertensi, khususnya bagi para peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Posyandu Dusun Darungan Lor, Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.

Mengangkat Isu Kesehatan Prioritas: Hipertensi sebagai “Silent Killer”

Foto Sosialisasi terkait Hipertensi kepada lansia
zoom-in-whitePerbesar
Foto Sosialisasi terkait Hipertensi kepada lansia

Dalam sambutannya, Koordinator KKN Desa Curahpetung menegaskan bahwa hipertensi adalah salah satu isu kesehatan masyarakat yang paling sering luput dari perhatian. Meski tak menimbulkan gejala yang nyata di awal, hipertensi memiliki potensi menjadi penyebab berbagai komplikasi serius, seperti stroke, gagal ginjal, hingga serangan jantung.

“Kami melihat pentingnya edukasi tentang hipertensi karena banyak warga, terutama lansia, belum menyadari bahayanya. Sosialisasi ini bukan sekadar penyuluhan, tapi upaya preventif berbasis edukatif,” ujarnya.

Rangkaian Sosialisasi: Edukatif, Interaktif, dan Ramah Lansia

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Posyandu Darungan Lor dengan peserta utama para lansia yang tergabung dalam program Prolanis. Materi yang disampaikan mencakup empat pokok penting, yaitu:

1. Apa itu hipertensi

Mahasiswa menjelaskan bahwa hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang melebihi batas normal, yakni di atas 140/90 mmHg. Ditekankan pula bahwa kondisi ini sering tidak menunjukkan gejala awal, sehingga dijuluki sebagai silent killer.

2. Tanda dan gejala hipertensi

Walaupun sering asimptomatik, beberapa tanda yang dapat muncul adalah sakit kepala, pandangan kabur, kelelahan, dan nyeri dada. Materi disampaikan secara ringan dan mudah dipahami, dengan visualisasi gambar dan bahasa yang disesuaikan dengan usia peserta.

3. Faktor risiko

Pemateri menjelaskan beberapa faktor risiko seperti usia lanjut, konsumsi garam berlebih, stres, obesitas, merokok, dan kurang aktivitas fisik. Para peserta tampak aktif bertanya dan berbagi pengalaman seputar pola makan dan aktivitas harian mereka.

4. Komplikasi dari hipertensi

Mahasiswa KKN mengedukasi tentang risiko jangka panjang hipertensi, termasuk kerusakan organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak. Ditekankan pentingnya kontrol tekanan darah secara rutin dan minum obat sesuai anjuran dokter.

Kuis Berhadiah: Belajar Serius, Tapi Tetap Seru

Setelah sesi materi, suasana menjadi lebih hangat dengan adanya sesi kuis berhadiah. Pertanyaan-pertanyaan seputar materi hipertensi diberikan kepada peserta. Beberapa lansia terlihat antusias mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dengan semangat. Hadiah sederhana berupa sabun cuci baju diberikan kepada peserta yang berhasil menjawab dengan benar.

Kuis ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus menjadi stimulus interaktif agar peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif.

Senam Singkat: Aktivitas Fisik yang Aman dan Bermanfaat

Foto sebelum dimulainya Senam Hipertensi untuk lansia

Setelah sesi sosialisasi dan kuis, kegiatan dilanjutkan dengan senam lansia. Meski berdurasi singkat—sekitar lima menit—senam ini dipilih secara khusus dengan intensitas ringan untuk menyesuaikan dengan kondisi fisik peserta yang merupakan pengidap hipertensi.

Senam ini dipandu langsung oleh mahasiswa dari bidang kesehatan dengan gerakan-gerakan sederhana seperti peregangan lengan, pemanasan leher, dan gerakan tangan ringan untuk melancarkan peredaran darah.

Tujuan utama dari senam ini adalah mengenalkan bahwa aktivitas fisik ringan sangat dianjurkan bagi penderita hipertensi, selama dilakukan dengan pengawasan dan intensitas yang tepat. Gerakan yang dilakukan bukan sekadar formalitas, tetapi telah disesuaikan dengan pedoman senam hipertensi dari Kementerian Kesehatan.

Tanggapan Positif dari Warga dan Kader Posyandu

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari warga dan para kader Posyandu. Salah satu kader, Bu Rosmiati, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu menyampaikan informasi kesehatan secara komunikatif dan menyenangkan.

Kehadiran mahasiswa KKN Kolaborasi ini dirasakan memberi warna baru dalam pelayanan masyarakat, tidak hanya sebatas menyampaikan materi, tetapi juga menghidupkan semangat warga untuk hidup lebih sehat.

Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pengabdian yang Berdampak

Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tiga perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa sinergi lintas kampus bisa memberikan kontribusi signifikan di tingkat desa.

Selain kegiatan minggu ini, kelompok KKN Kolaborasi di Desa Curahpetung telah merancang beberapa program lanjutan yang juga menyasar kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan remaja. Rencananya, minggu depan mereka akan mengadakan demo masak makanan sehat untuk penderita hipertensi dan sosialisasi posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular).

Penutup: Gerakan Kecil, Dampak Besar

Apa yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di Dusun Darungan Lor mungkin tampak sederhana—sosialisasi, kuis, dan senam singkat. Namun, kegiatan ini memiliki dampak jangka panjang yang besar: meningkatkan kesadaran, mengubah kebiasaan, dan membangun budaya sehat di masyarakat.

Langkah kecil seperti ini menjadi fondasi bagi perubahan sosial yang lebih luas. Dengan pendekatan yang komunikatif dan edukatif, mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai pelengkap di desa, tetapi sebagai katalis perubahan yang nyata.