KKN Kolaboratif Desa Curahpetung Soroti Isu Gizi dan Dukungan Pemerintah Daerah
Tulisan dari KKNCurahpetung25 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Curahpetung, Lumajang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas Lumajang (UNILU) kembali menjalankan pengabdian mingguan mereka di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Pekan ini, dua agenda besar menjadi sorotan utama: sosialisasi pemenuhan gizi untuk ibu balita dan keterlibatan langsung dalam kunjungan kerja Bupati Lumajang.
Kedua kegiatan tersebut tidak hanya mempertegas kehadiran KKN sebagai mitra pembangunan desa, tetapi juga menunjukkan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menangani isu-isu penting seperti kesehatan masyarakat dan kesejahteraan sosial.
Sosialisasi Gizi: Edukasi untuk Generasi Sehat
Pada hari Senin, tim KKN Kolaboratif bekerja sama dengan Posyandu Darungan Kidul dan Puskesmas Kedungjajang untuk mengadakan sosialisasi gizi kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita. Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta dan mendapat sambutan antusias dari warga setempat.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak. Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif dan mudah dipahami, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lokal.
Sosialisasi ini terdiri dari tiga tahapan:
Pre-test, untuk mengukur pemahaman awal peserta.
Pemaparan materi, yang mencakup membiasakan makan 3 kali sehari, pentingnya protein, vitamin, dan zat besi, batasan untuk makanan selingan, serta pentingnya aktivitas fisik bagi anak.
Post-test dan kuis berhadiah, yang menjadi pemantik semangat peserta sekaligus evaluasi ringan terhadap pemahaman setelah pemaparan.
Hasil dari post-test menunjukkan bahwa sebesar 90% peserta mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan dibandingkan hasil pre-test, menandakan efektivitas pendekatan edukatif yang digunakan.
Selain transfer pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat relasi emosional antara mahasiswa dan warga. Interaksi yang terjadi memperlihatkan bahwa edukasi tidak harus kaku, melainkan bisa menyenangkan, penuh empati, dan tepat sasaran.
Mahasiswa KKN Ikut Serta dalam Agenda Bupati Lumajang
Hari Selasa menjadi puncak perhatian minggu ini. Mahasiswa KKN turut serta dalam agenda “Bupati Lumajang Sehari Berkantor di Kecamatan”, yang kali ini dipusatkan di Desa Curahpetung. Acara ini menjadi kesempatan emas bagi para mahasiswa untuk menyaksikan secara langsung bagaimana pemerintah daerah menjalankan fungsi pelayanan publik secara mendekat ke masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mengikuti sejumlah kegiatan, antara lain:
Ziarah ke makam Bupati pertama Lumajang, sebuah momen reflektif yang memperkenalkan sejarah lokal dan nilai-nilai kepemimpinan masa lampau.
Kunjungan ke rumah warga penerima bantuan sosial, di mana Bupati melihat langsung kondisi penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran.
Dialog dengan warga dan perangkat desa mengenai program-program prioritas.
Mahasiswa KKN juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan jajaran pemerintahan dan menyampaikan beberapa hasil program kerja serta aspirasi masyarakat yang mereka temui selama proses pengabdian.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, di mana program KKN bukan berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dalam pembangunan desa.
Rangkaian Kegiatan Penunjang: Sinergi Edukasi, Kesehatan, dan Kolaborasi Sosial
Selain dua kegiatan utama dalam pekan ini, rangkaian aktivitas KKN juga diwarnai dengan beragam kegiatan edukatif, kesehatan, dan gotong royong yang sarat makna. Pada hari Rabu, mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar di PAUD Ceria. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga bermain bersama anak-anak, sehingga menciptakan pengalaman langsung dalam pedagogi pendidikan usia dini. Keesokan harinya, Kamis, mahasiswa turut serta dalam pelaksanaan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang diadakan oleh Posyandu dan Puskesmas setempat. Mereka membantu mendata tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, dan mendampingi pemeriksaan kesehatan bagi warga yang berisiko hipertensi dan diabetes.
Akhir pekan diisi dengan semangat gotong royong. Pada Sabtu, mahasiswa melaksanakan kerja bakti internal membersihkan posko sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal sementara mereka. Sementara itu, pada Minggu, mereka bergabung dalam kerja bakti bersama warga Dusun Sumberjeding, mempererat kedekatan sosial dan membangun relasi yang lebih erat. Hari itu menjadi lebih istimewa dengan adanya kunjungan dari kelompok KKN Kolaboratif Desa Wonorejo, di mana kedua kelompok berbagi cerita, bertukar program, dan memperluas jejaring kolaboratif antar desa.
Kesimpulan: Pengabdian yang Relevan dan Berdampak
Pekan ini menjadi cerminan dari pendekatan KKN yang tidak hanya akademik, tetapi juga humanis dan partisipatif. Kegiatan sosialisasi gizi memberikan edukasi yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sementara partisipasi dalam agenda Bupati Lumajang memperluas pemahaman mahasiswa terhadap kerja pemerintahan yang bersentuhan dengan warga.
Lebih dari sekadar kegiatan mingguan, pengalaman ini memperkaya wawasan dan membentuk karakter mahasiswa sebagai agen perubahan. Dengan tetap mengedepankan kolaborasi dan adaptasi lokal, KKN Kolaboratif Desa Curahpetung terus membuktikan peran strategis mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif.

