Dorong UMKM Naik Kelas, Tim KKN Gelar Pendampingan Sertifikasi Halal di Sumowono

KKN MIT DESA SUMOWONO POSKO 14 UIN WALISONGO SEMARANG
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN MIT POSKO 14 UIN WALISONGO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Semarang, 24 Agustus 2025 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan pendampingan sertifikasi halal bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sumowono. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang memberikan pemahaman serta bimbingan teknis terkait proses pengajuan sertifikasi halal. Program ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus pendampingan teknis agar produk lokal memiliki legalitas halal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM diberi penjelasan mengenai pentingnya sertifikasi halal sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas jangkauan pasar. Narasumber juga menyampaikan prosedur dan dokumen yang harus disiapkan untuk pengajuan, di antaranya fotokopi KTP pemilik usaha, sampel produk, serta kesiapan lokasi dapur atau tempat produksi untuk dilakukan survei.

Kepala Desa Sumowono, Budiyono, menjelaskan bahwa pendampingan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM.
“Kami mendorong para pelaku usaha agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kehalalan. Sertifikasi halal bukan hanya kebutuhan religius, melainkan juga strategi untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun internasional,” ujarnya.
Sementara itu, pendamping UMKM sekaligus perwakilan dari Walisongo Halal Center (WHC), Ni'matul Maimanah, menekankan bahwa proses sertifikasi halal kini semakin mudah dengan adanya fasilitasi pemerintah.
“Melalui pendampingan ini, pelaku usaha diberi arahan mulai dari tata cara pendaftaran hingga pemenuhan standar halal. Dengan begitu, UMKM tidak lagi merasa kesulitan mengurus administrasi, karena semua dilakukan secara bertahap dan terarah,” paparnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang sebagian besar bergerak di sektor makanan dan minuman. Mereka berharap, sertifikasi halal dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memberikan jaminan kualitas kepada konsumen.
Dengan adanya pendampingan ini, pemerintah desa bersama WHC berharap seluruh produk UMKM di Sumowono dapat mengantongi sertifikat halal sehingga mampu meningkatkan daya saing, memperluas jaringan pemasaran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Tim KKN menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga bentuk pendampingan nyata yang diharapkan dapat membantu UMKM menyelesaikan proses sertifikasi halal hingga tuntas.
