Konten dari Pengguna

KKN MIT UIN Walisongo Posko 14 Berpartisipasi dalam "Srawung Budaya" Sumowono

KKN MIT POSKO 14 UIN WALISONGO

KKN MIT POSKO 14 UIN WALISONGO

KKN MIT DESA SUMOWONO POSKO 14 UIN WALISONGO SEMARANG

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN MIT POSKO 14 UIN WALISONGO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumowono, 26 Juli 2025 - Desa Sumowono kembali menegaskan kekayaan budayanya melalui gelaran Srawung Budaya: Lintas Generasi dalam Satu Panggung di Alun-alun Sumowono. Acara ini menghadirkan kolaborasi hangat antara masyarakat, tokoh budaya, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang posko 14, yang turut memeriahkan setiap rangkaian kegiatan.

Acara dibuka dengan penampilan enerjik Band Sumowono dan vokal memukau dari Zafrin yang membawakan lagu-lagu modern, memadukan semangat musik kekinian dengan nuansa lokal. Suasana kemudian bergeser menjadi lebih khidmat saat Sanggar Wijayaloka mempersembahkan tarian tradisional sarat makna, menggambarkan kearifan budaya Jawa.

Penampilan para pemuda di desa sumowono dalam kegiatan Srawung Budaya (sumber : pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Penampilan para pemuda di desa sumowono dalam kegiatan Srawung Budaya (sumber : pribadi)

Setelah rangkaian hiburan, hadirin diajak mengikuti Sarasehan Seni Budaya yang menghadirkan para budayawan dan tokoh masyarakat setempat. Diskusi ini mengupas tantangan pelestarian budaya di tengah arus modernisasi, serta peran penting generasi muda dalam menjaga warisan leluhur.

Sorotan berikutnya datang dari Kebaya Foundation yang menampilkan tari anggun dengan busana adat Jawa yang memukau. Bekso Kridho Esti kemudian menghidupkan suasana dengan tarian dan pertunjukan jaranan, menghadirkan kekuatan budaya yang berpadu dengan nilai spiritual.

Penampilan Bekso Kridho Esti dalam acara Srawung Budaya (sumber : Pribadi)

Tak kalah memikat, penampilan Campur Sari mengalun hangat dan mengajak penonton dari berbagai usia untuk bernyanyi bersama. Puncak acara ditutup secara megah oleh Kridho Turonggo Bekso dengan tarian kuda lumping penuh energi yang memukau penonton.

Mahasiswa KKN MIT-20 posko 14 berperan aktif sejak persiapan hingga pelaksanaan, mulai dari koordinasi, dokumentasi, hingga promosi. “Kami sangat antusias bisa terlibat langsung. Ini kesempatan langka untuk belajar dari para pelaku budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujar Sela Al Arimi, perwakilan mahasiswa KKN.

Kepala Dusun Karangwetan, Satya Latri Ika Nugraha, mewakili aparatur desa menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini memperkuat kebersamaan lintas generasi dan memastikan budaya kita tetap hidup,” ungkapnya.

Srawung Budaya kali ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan. Desa Sumowono membuktikan bahwa warisan budaya akan tetap lestari jika dijaga bersama-sama.

Penulis : Ratna Hani Hastuti