Konten dari Pengguna

KKN UIN Walisongo Semarang Ikut Serta Kegiatan Bersholawat di Ponpes Al Iman

KKN MIT POSKO 14 UIN WALISONGO

KKN MIT POSKO 14 UIN WALISONGO

KKN MIT DESA SUMOWONO POSKO 14 UIN WALISONGO SEMARANG

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN MIT POSKO 14 UIN WALISONGO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama pengasuh pesantren Al Iman, KH. Muhammad Yasin (Sumber : Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama pengasuh pesantren Al Iman, KH. Muhammad Yasin (Sumber : Pribadi)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang (UINWS) menunjukkan dedikasi mereka dalam melestarikan tradisi sekaligus memperkuat keharmonisan sosial dan keagamaan melalui keterlibatan pada kegiatan rutinan sholawat di Pondok Pesantren Al Iman, Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Kamis malam (17/7). Sholawat yang dilaksanakan setiap malam Jumat ini telah menjadi tradisi penting di lingkungan Ponpes Al Iman. Selain sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara santri, pengasuh pesantren, serta masyarakat sekitar.

Pada malam itu, mahasiswa KKN UIN Walisongo hadir bersama para santri dan jamaah, mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat. Acara diawali pukul 20.00 WIB dengan pembacaan tawasul yang dipimpin langsung oleh Kyai pengasuh pesantren. Mahasiswa tidak hanya menjadi tamu, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam melantunkan sholawat, menambah kekhidmatan suasana acara.

Bersholawat bersama para santri dan pengasuh pondok pesantren Al Iman Desa Sumowono (Sumber : pribadi)

Koordinator Mahasiswa KKN Desa Sumowono, Salis Khasan Addin, menyebut keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan keagamaan pesantren adalah cara mereka mempererat hubungan sosial sekaligus spiritual dengan warga sekitar. “Ini adalah bentuk nyata pengabdian kami, sekaligus kesempatan untuk belajar langsung tentang nilai-nilai Islam yang tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, KH. Muhammad Yasin, pengasuh Ponpes Al Iman, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi kampus dan pesantren penting untuk membentuk generasi muda yang pintar dan religius. “Kehadiran mahasiswa UIN Walisongo menambah energi positif dan memperkuat ukhuwah di pesantren ini,” katanya.

Kegiatan sholawat yang diikuti para mahasiswa KKN mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Banyak di antara mereka yang berharap, keberadaan pelajar tidak hanya menjadi simbol keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat, tetapi juga membawa dampak nyata, terutama dalam membina karakter keislaman santri muda. Melalui kegiatan ini, peran KKN terlihat jelas sebagai media transformasi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Saat turun langsung ke lapangan, siswa tidak hanya menerapkan pengetahuan akademis, tetapi juga belajar menumbuhkan empati dan kepekaan sosial, yang menjadi fondasi karakter pendidikan di kampus Islam.

Penulis : Ratna Hani H & Sela Al Arimi, Tim KKN MIT KE-20, Posko 14, UIN Walisongo Semarang