Dorong Kemandirian Ekonomi Baderan, KKN-K UNEJ-UNARS Eksplorasi Budidaya Lele
Tulisan dari kknkolaboratif2026baderan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SITUBONDO — Desa Baderan di Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, memiliki potensi ekonomi lokal yang menjanjikan di sektor perikanan darat. Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Jember (UNEJ) dan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS) berkesempatan melakukan kunjungan lapangan ke UMKM Gapura Farm. Usaha budidaya lele milik Pak Eko Kuswanto (37) ini sukses mengembangkan produk olahan lele filet dan marinasi siap masak yang praktis serta bernilai jual tinggi.
Perjalanan Pak Eko dalam membangun Gapura Farm tidaklah instan, melainkan penuh perjuangan pasang surut. Bisnis budidaya ini sejatinya baru mulai berkembang pesat dalam setahun terakhir, setelah sebelumnya Pak Eko sempat merintis usaha serupa dalam skala kecil menggunakan kolam terpal namun terpaksa terhenti. Kini, berbekal tekad kuat dan manajemen yang lebih matang, Gapura Farm telah menjelma menjadi unit usaha produktif dengan total kepemilikan mencapai 12 kolam terpal. Masing-masing kolam menampung sekitar 500 hingga 700 ekor lele.
Pak Eko memilih lele sebagai komoditas utama karena daya tahannya yang kuat serta masa panen yang relatif singkat, yakni hanya berkisar 2,5 bulan saja dengan produktivitas harian mencapai 10 hingga 15 kilogram. Tingginya kualitas produk Gapura Farm bahkan sempat menarik perhatian pihak luar untuk menjadikannya penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya pilih lele karena lebih kuat dari jenis ikan yang lainnya, perawatannya relatif mudah dan masa panennya cepat. Kemarin bahkan sempat ditawari jadi penyuplai untuk program Makan Bergizi Gratis, tapi saya belum berani ambil karena kapasitas kolam kami saat ini masih terbatas untuk memenuhi skala sebesar itu," jelas Pak Eko.
Kunci keberhasilan budidaya di Gapura Farm terletak pada ketelatenan proses penyortiran dan karantina berkala yang diterapkan Pak Eko sejak dini. Saat membeli bibit baru, Pak Eko selalu menerapkan karantina ketat selama dua hari penuh dengan rutin mengganti air kolam setiap hari tanpa memberikan pakan sedikit pun agar bibit lele dapat beradaptasi secara maksimal dan terhindar dari stres. Selanjutnya, setiap dua minggu sekali, lele-lele tersebut akan disortir berdasarkan ukurannya guna memisahkan lele berukuran besar yang sudah siap untuk dipasarkan ke konsumen.
Untuk menunjang pertumbuhan lele secara optimal, Pak Eko mengandalkan pakan berkualitas berupa pelet penuh (full pelet) yang dikombinasikan dengan perawatan air kolam menggunakan campuran molase dan cairan EM4. Metode pengolahan air biologis ini terbukti efektif menjaga ekosistem kolam tetap sehat dan mempercepat masa tumbuh kembang ikan. Dalam satu siklus budidaya dari tebar bibit hingga masa panen, rata-rata satu kolam terpal menghabiskan sekitar 3 karung pelet, di mana masing-masing karung memiliki berat bersih 25 kilogram.
Dongkrak Nilai Jual, Pak Eko Pilih Jalur Eceran dan Olahan
Pak Eko memulai usahanya dengan modal awal sekitar Rp 200.000 hingga Rp 225.000 untuk membeli 1.000 ekor bibit lele ukuran 7-8. Sadar harga tengkulak sangat murah (Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per kilogram), ia memutar otak dengan menjual produknya secara eceran dan melakukan inovasi olahan. Saat ini, Gapura Farm melayani variasi penjualan yang jauh lebih menguntungkan: lele hidup seharga Rp 30.000/kg, lele bersih Rp 33.000/kg, lele marinasi siap goreng Rp 36.000/kg, hingga lele filet tanpa duri seharga Rp 40.000/kg yang rutin disuplai ke tiga warung makan di Kecamatan Sumbermalang.
Meski menguntungkan, usaha ini tetap menghadapi kendala berupa faktor cuaca ekstrem terutama saat musim hujan tiba. Mengingat semua kolam terpalnya masih berupa kolam terbuka tanpa penutup karena kendala biaya operasional yang terlalu besar, guyuran air hujan sering kali mengancam kelangsungan hidup komoditas lele miliknya.
"Kendala paling berat itu kalau musim hujan tiba. Karena kolam kami terbuka tanpa atap, kualitas air cepat berubah. Kalau sudah begitu, lele pasti megap-megap di permukaan dan risikonya bisa banyak yang mati," ungkap Pak Eko mengenai tantangan usahanya.
Menariknya, seluruh keahlian budidaya dan pemeliharaan ini diperoleh Pak Eko tanpa pernah mengikuti pelatihan atau penyuluhan resmi dari instansi mana pun. Ia murni mengasah keterampilannya secara otodidak melalui diskusi santai dengan sesama rekan pembudidaya serta memanfaatkan video tutorial dan artikel di media sosial sebagai panduan praktis sehari-hari. Berkat kemauan belajar yang tinggi, Pak Eko berhasil mengatasi berbagai kendala teknis dan menjaga kualitas rasa produk lele marinasinya tetap konsisten di pasaran.
Melihat tren keuntungan yang terus menunjukkan grafik positif dari waktu ke waktu, Pak Eko kini menyimpan asa besar untuk memperluas area kolamnya guna meningkatkan kapasitas produksi Gapura Farm. Langkah ekspansi ini dirasa sangat rasional mengingat permintaan pasar lokal di Kecamatan Sumbermalang terhadap lele segar maupun produk olahan marinasi siap masak kian meningkat dari hari ke hari. Mahasiswa KKN pun turut memberikan apresiasi atas kegigihan Pak Eko yang mampu melihat celah pasar inovatif di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
Jauh dari ruang kelas, tim mahasiswa KKN Kolaboratif UNEJ-UNARS justru menemukan 'kuliah' nyata dari perjuangan Pak Eko dalam mengelola Gapura Farm. Melalui kunjungan lapangan ini, para mahasiswa memetik pelajaran berharga mengenai ketahanan ekonomi desa dan strategi cerdas menyiasati permainan harga tengkulak lewat hilirisasi produk. Pengalaman empiris langsung dari pelaku usaha ini memberikan pemahaman riil bagi mahasiswa yang tidak didapatkan di dalam ruang kuliah teori.
"Walaupun kita sudah punya pekerjaan tetap, tapi kita harus tetap punya bisnis atau usaha sendiri, meskipun mulainya dari yang kecil-kecilan dulu. Di dalam dunia usaha itu, jatuh bangun adalah hal yang wajar dan sering terjadi. Justru proses itulah yang penting karena bisa melatih mental kita, dan usaha ini nantinya bisa menjadi pegangan atau jaminan hidup yang kuat untuk masa depan," tutur Pak Eko menutup perbincangan hangat hari itu dengan penuh keyakinan.

