Konten dari Pengguna

Eco-Boost: Program untuk Menyongsong Ketahanan Pangan di Desa Subo, Pakusari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN KOLABORATIF 173 SUBO PAKUSARI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Bersama Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Eco-Boost
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Bersama Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Eco-Boost

Mahasiswa KKN Kolaborasi 173 menyelenggarakan program kerja Eco-Boost (Ekonomi Produktif Otomatis Sehat) untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Subo, Pakusari, Jember. Program ini diselenggarakan pada tanggal 8 Agustus 2025 di Kantor Desa Subo dengan dihadiri oleh ibu-ibu kader desa.

Kegiatan ini juga mengundang narasumber yaitu Bapak Ir. Syamsul Arifin, S.T., M.T. yang memiliki pengalaman terkait dengan pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif.

Program ini berkonsep sosialisasi dan pelatihan atau kegiatan turun langsung ke lapangan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi atau sharing tentang pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif yang disampaikan oleh narasumber.

Dokumentasi Sesi Sosialisasi bersama Narasumber

Setelah sesi sosialisasi selesai, dilanjutkan dengan sesi pelatihan dengan turun langsung ke lahan yang telah disiapkan.

Dokumentasi Sesi Pelatihan dan Turun ke Lahan

Lahan kosong yang akan diubah menjadi lahan produktif membutuhkan tahapan-tahapan sebelum siap untuk ditanami tumbuhan. Tahapan pertama yaitu tanah harus diratakan, kemudian pada layer pertama diberi sampah organik seperti sampah daun, sedangkan layer kedua berisikan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang kemudian diberi pupuk EM4 sebagai pengurai bakteri agar tanah lebih cepat untuk siap ditanami. Lahan yang sudah disiapkan dibiarkan selama satu minggu sebelum ditanami.

Selain itu, pada program Eco-Boost juga berfokus pada pembuatan media tanam semi hidroponik dari galon dan botol bekas. Semi hidroponik yang dimaksud adalah penggunaan air dan tanah sebagai media tanamnya. Galon dan botol bekas dipotong dan dibagi menjadi dua bagian, kemudian bagian bawah akan diisi dengan air sedangkan bagian atas diposisikan terbalik dan diisi dengan tanah. Pada ujung galon atau botol diberi kain sebagai penyerap air agar baik ke tanah yang berada di atas.

“Metode ini sangat cocok untuk diterapkan di lahan kosong yang ada di rumah, meskipun lahan terbatas kita tetap bisa bebas untuk berkebun dan menanam tumbuhan” ucap Nando salah satu anggota mahasiswa KKN Kolaborasi 173.

Program Eco-Boost disambut dengan sangat baik oleh ibu-ibu kader di Desa Subo. Kader desa Subo berharap bahwa program ini dapat berjalan lancar dan sesuai rencana sehingga dapat menghasilkan produk dari tanaman yang dapat diolah sendiri ataupun diperjual belikan sebagai salah satu usaha untuk mengurangi pengeluaran atau menambah pemasukan.