Konten dari Pengguna

Bersama Lawan Stunting! Mahasiswa KKN Tanamkan Pentingnya Asupan Gizi Seimbang

kknmit20posko114

kknmit20posko114

Mahasiswa KKN MIT-20 UIN Walisongo Posko 114

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kknmit20posko114 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Krandon Lor, 9 Agustus 2025 — Dalam upaya mencegah stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo posko 114 mengadakan sosialisasi bertema “Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat” di Balai Desa Krandon Lor, sabtu 9 Agustus 2025.

foto bersama mahasisw kkn mit posko 114 dan ibu posyandu, ibu menyusui, ibu balita, dan ibu batita.
zoom-in-whitePerbesar
foto bersama mahasisw kkn mit posko 114 dan ibu posyandu, ibu menyusui, ibu balita, dan ibu batita.

Kegiatan ini dihadiri puluhan warga, terutama ibu menyusui, dan orang tua yang memiliki balita. Dengan metode penyampaian yang ringan, mahasiswa KKN memaparkan bahaya stunting, penyebabnya, dan cara pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.

“Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tapi juga bisa memengaruhi kecerdasan dan kesehatan anak di masa depan. Pencegahannya harus dimulai sejak masa kehamilan,” ujar salah satu pemateri KKN, Muhammad Abdul Wahab.

Edukasi Lewat Simulasi & Diskusi

Agar materi mudah dipahami, mahasiswa KKN memanfaatkan media poster bergambar, video edukasi singkat, dan simulasi penyusunan menu gizi seimbang. Para ibu diajak mempraktikkan langsung membuat menu sederhana dengan kombinasi karbohidrat, protein, sayuran, dan buah.

Tak hanya itu, sesi tanya jawab juga menjadi momen interaktif. Warga antusias bertanya seputar pemberian MPASI, pola makan anak yang sulit makan sayur, hingga tips hemat memenuhi gizi keluarga.

Dukungan dari Aparat Desa

Ibu kepala dusun watusetugel, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, masalah stunting bisa dicegah jika semua pihak terlibat, terutama keluarga.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti di sini, tapi terus menjadi kebiasaan sehari-hari warga,” ujarnya.

Harapan untuk Generasi Masa Depan

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan pembagian leaflet edukasi stunting, sekaligus ajakan kepada warga untuk rutin memeriksakan kesehatan anak di posyandu.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa gizi anak adalah investasi masa depan bangsa. Pencegahan stunting harus dimulai dari rumah,” ungkap muhammad Abdul wahab, penanggung jawab sosialisasi stunting.

Dengan semangat kebersamaan, mahasiswa KKN dan warga desa sepakat untuk terus menjaga pola makan sehat demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.