Mahasiswa KKN Kolaborasi dengan SDN Krandon Lor 2 Wujudkan Pojok Baca siswa

Mahasiswa KKN MIT-20 UIN Walisongo Posko 114
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari kknmit20posko114 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Krandon Lor, 30 Agustus 2024- Semangat literasi di SDN Krandon Lor 2 kini semakin menggeliat dengan hadirnya pojok baca di setiap ruang kelas. Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi antara bidang pendidikan dan keagamaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pihak sekolah dalam upaya meningkatkan minat baca siswa sejak dini.
Inisiatif yang melibatkan seluruh kelas dari tingkat 1 hingga 6 SD ini bertujuan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih kondusif dan membudayakan kegiatan membaca di kalangan siswa sekolah dasar.
Transformasi Sudut Kelas Menjadi Ruang Literasi
Berlian Madi Syafi'i, koordinator bidang pendidikan dan keagamaan tim KKN, menjelaskan bahwa program pojok baca ini dirancang untuk mendekatkan buku kepada siswa dalam aktivitas belajar sehari-hari.
"Kami melihat potensi besar dari sudut-sudut kelas yang belum dioptimalkan. Dengan mengubahnya menjadi pojok baca, siswa dapat mengakses buku bacaan dengan mudah, bahkan saat waktu istirahat atau menunggu jam pelajaran," ungkap Berlian.
Setiap pojok baca dilengkapi dengan rak buku sederhana, koleksi buku bacaan yang beragam sesuai tingkat kelas, serta dekorasi menarik yang menciptakan suasana nyaman untuk membaca.
Dukungan Penuh dari Pihak Sekolah
Khadif Andi, Kepala SDN Krandon Lor 2, menyambut baik program ini dan memberikan dukungan penuh untuk implementasinya.
"Ini adalah program yang sangat kami butuhkan. Selama ini, siswa hanya bisa membaca buku di perpustakaan yang terbatas waktunya. Dengan adanya pojok baca di setiap kelas, kesempatan mereka untuk membaca menjadi lebih besar," kata Beliau.
Pihak sekolah juga berkomitmen untuk melanjutkan program ini dengan mengalokasikan anggaran untuk penambahan koleksi buku secara berkala dan perawatan pojok baca.
Koleksi Buku yang Beragam dan Edukatif
Setiap pojok baca dilengkapi dengan berbagai jenis buku yang disesuaikan dengan tingkat usia dan kemampuan membaca siswa. Untuk kelas rendah (1-3), koleksi didominasi buku cerita bergambar, dongeng, dan buku pengenalan huruf dan angka.
Sementara untuk kelas tinggi (4-6), tersedia buku pengetahuan umum, biografi tokoh, cerita petualangan, serta buku-buku yang mendukung mata pelajaran sekolah.
Antusiasme Tinggi dari Siswa
Sejak implementasi program ini, terlihat peningkatan signifikan dalam aktivitas membaca siswa. Bu Muntamah, salah satu guru di SDN Krandon Lor 2, menceritakan perubahan yang ia amati.
"Dulu siswa cenderung gaduh saat waktu istirahat atau menunggu guru. Sekarang, banyak dari mereka yang memilih membaca di pojok baca. Bahkan ada yang meminta izin untuk meminjam buku untuk dibaca di rumah," tutur beliau.
Para siswa juga menunjukkan kreativitas dengan membuat review sederhana tentang buku yang telah mereka baca dan menempel di papan pojok baca sebagai rekomendasi untuk teman-temannya.
Dampak Positif Terhadap Prestasi Akademik
Program pojok baca ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kemampuan akademik siswa secara keseluruhan. Peningkatan kosakata, kemampuan memahami teks, dan daya imajinasi siswa mulai terlihat dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
"Ada peningkatan dalam kemampuan siswa menyampaikan pendapat dan bercerita. Mereka juga lebih percaya diri saat presentasi di depan kelas," ungkap salah satu guru.
Model Replikasi untuk Sekolah Lain
Keberhasilan program pojok baca di SDN Krandon Lor 2 ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut. Tim KKN berencana untuk mendokumentasikan best practice dari program ini sebagai panduan implementasi.
"Kami akan menyusun panduan sederhana tentang cara membuat dan mengelola pojok baca yang efektif. Harapannya, sekolah lain dapat mengadopsi program serupa dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing," jelas koordinator tim KKN.
Komitmen Jangka Panjang
Program pojok baca ini bukan hanya program sesaat, melainkan komitmen jangka panjang untuk mencerdaskan generasi muda. Pihak sekolah telah menyiapkan strategi keberlanjutan dengan melibatkan komite sekolah dan orang tua siswa.
Rencana ke depan juga mencakup program "Sumbang Buku" dari orang tua dan masyarakat sekitar untuk terus memperkaya koleksi pojok baca di setiap kelas.
Inisiatif mahasiswa KKN dalam menghadirkan pojok baca ini membuktikan bahwa program yang sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan. Semoga program ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa melalui budaya literasi.
