Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UIN Walisongo mengajak Ibu-Ibu PKK Membuat Lilin Dari Limbah

kknmit20posko114

kknmit20posko114

Mahasiswa KKN MIT-20 UIN Walisongo Posko 114

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kknmit20posko114 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi berbahan dasar Minyak Jelantah.
zoom-in-whitePerbesar
Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi berbahan dasar Minyak Jelantah.

Krandon Lor, 4 Agustus 2025 – kumpul rutin Ibu-ibu PKK di dusun Plantungan, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang yang biasanya berkumpul untuk mengadakan yasin dan tahlil bersama di salah satu rumah warga. Pada perkumpulan ibu-ibu PKK kali ini berbeda, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 114 mengajak ibu-ibu untuk membuat lilin dari limbah minyak jelantah yang di pandu langsung oleh mahasiswa KKN.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, agar bisa mengelola limbah rumah tangga menjadi barang yang bermanfaat. Minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja, kini justru diolah menjadi lilin cantik yang bisa digunakan atau bahkan dijual.

Lilin Aromaterapi.

“awalnya saya kurang yakin kalau minyak bekas goreng bisa dijadikan lili. Ternyata caranya cukup mudah dan hasilnya bagus”, ujar Ibu Marni, salah satu warga yang mengikuti pembuatan lilin.

Dalam proses pembuatan lilin, mahasiswa KKN memperkenalkan bahan-bahan sederhana seperti minyak jelantah, arang, strearic acid, mica powder (pewarna), dan pewangi. Proses pembuatannyapun dijelaskan secara urut dari mulai rendam minyak jelantah seharian menggunakan arang untuk menghilangkan bau tidak sedap, kemudian panaskan miinyak jelantah setelah terasa panas tambahkan stearic acid secukupnya, aduk hingga merata, lalu masukkan mica powder atau bisa menggunakan krayon untuk pewarna, masukkan pewangi, setelah tercampur hingga merata lilin dapat dituangkan ke cetakan yang sudah disiapkan serta sumbunya, dan tunggu hingga lilin mengeras kurang lebih selama 15 menit, lilin aromaterai siap digunakan atau dipasarkan.

Koordinator kegiatan ini, Laily Rahmawati Mahasiswa KKN Posko 114 menjelaskan dalam pembuatan lilin dari minyak jelantah ini tidak hanya melatih kreatifitas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan. “kami ingin mengenalkan konsep reduce-reuse-recycle secara nyata. Daripada minyak jelantah dibuang dan dapat mencemari lingkungan, lebih baik dimanfaatkan menjadi produk yang punya nilai guna dan nilai jual” ujarnya.

Respon dari ibu-ibu sangat positif. Banyak yang tertarik untuk mencobanya ketika di rumah. Kegiatan ini memberikan inovasi sederhana bisa mebawa dampak yang positif terutama ketika dilakukan bersama-sama.

Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, harapannya kegiatana ini dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik, dari sisi lingkungan maupun ekonomi rumah tangga.