Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UIN Ws Hidupkan Gerakan Kampung Al-Qur'an di Desa Krandon Lor

kknmit20posko114

kknmit20posko114

Mahasiswa KKN MIT-20 UIN Walisongo Posko 114

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari kknmit20posko114 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN UIN Ws Hidupkan Gerakan Kampung Al-Qur'an di Desa Krandon Lor
zoom-in-whitePerbesar

Krandon Lor, 30 Agustus 2025 - Sebuah gerakan mulia untuk meningkatkan literasi Al-Qur'an kembali bergema di pedesaan. Kali ini, Desa Krandon Lor menjadi saksi lahirnya program "Kampung Al-Qur'an" yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang.

Program yang berlangsung selama 45 hari ini merupakan replikasi dari gerakan serupa yang pernah terealisasi di Garut yang pernah diikuti oleh salah satu tim KKN UIN Walisongo. Dengan semangat dakwah dan pendidikan, mahasiswa KKN mengadaptasi konsep tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an.

Tahsin: Memperbaiki Bacaan dari Akar Rumput

Inti dari program Kampung Al-Qur'an ini adalah kegiatan tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur'an) yang diselenggarakan di dua tempat strategis: Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan sekolah-sekolah.

Di lingkungan sekolah, kegiatan tahsin rutin dilaksanakan setiap ba'da sholat dzuhur. Pemilihan waktu ini dinilai tepat karena dapat memanfaatkan momen spiritual siswa setelah melaksanakan ibadah sholat berjamaah.

"Dari observasi yang kami lakukan, sekitar 15% anak-anak di desa ini masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf hijaiyah. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita atasi bersama," ungkap Berlian Madi Syafi'i sekali koordinator bidang pendidikan dan keagamaan.

70 Al-Qur'an untuk 7 Titik Lokasi

Selain kegiatan tahsin, program ini juga menggalang donasi mushaf Al-Qur'an untuk masyarakat Desa Krandon Lor. Alhamdulillah, terkumpul sebanyak 70 eksemplar Al-Qur'an yang kemudian didistribusikan secara merata ke 7 lokasi berbeda di desa tersebut.

Distribusi Al-Qur'an ini bertujuan untuk memastikan akses masyarakat terhadap kitab suci lebih mudah, baik untuk keperluan ibadah pribadi maupun pembelajaran bersama.

Keberlanjutan Program

Program Kampung Al-Qur'an ini merupakan program unggulan dari divisi pendidikan dan keagamaan dalam struktur KKN. Kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menjadi kekuatan utama dalam merealisasikan program yang berdampak langsung pada masyarakat.

"Kami berharap program tahsin ini tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Semoga masyarakat dan institusi lokal dapat melanjutkan estafet ini sehingga generasi muda di Desa Krandon Lor dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar," harap tim KKN.

Keberhasilan program Kampung Al-Qur'an di Desa Krandon Lor menjadi bukti bahwa gerakan literasi Al-Qur'an dapat tumbuh subur di mana saja, asalkan ada komitmen dan kerja sama yang solid antara akademisi dan masyarakat.

Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi untuk desa-desa lain di Indonesia, sehingga cita-cita mewujudkan masyarakat yang Qur'ani dapat terealisasi secara menyeluruh.

Dengan semangat "Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafuur" (Negeri yang baik dan Tuhan yang Maha Pengampun), gerakan Kampung Al-Qur'an terus melangkah menyebarkan cahaya ilmu dan spiritual di tengah masyarakat.