KKN UNS 118 Kenalkan Incinerator Sederhana guna Pengelolaan Sampah Desa Pasekan

Sekumpulan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nomor 118 2026
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN 118 UNS 2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ambarawa, Kamis (12/2/2026) — Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) kelompok 118 UNS (Universitas Sebelas Maret) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis incinerator sederhana di Balai Desa Pasekan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kegiatan yang dipimpin oleh Maretha Okky Savitri ini dilatarbelakangi oleh fenomena bakar sampah yang kerap dilakukan masyarakat setelah berbagai kegiatan desa, termasuk perayaan Maulid Nabi yang dilaksanakan di setiap dusun. Setelah kegiatan tersebut, sampah yang dihasilkan biasanya dikumpulkan dan dibakar secara terbuka oleh warga sebagai cara cepat untuk mengurangi tumpukan sampah, meskipun cara tersebut berpotensi menimbulkan asap serta pencemaran lingkungan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN 118 UNS memperkenalkan konsep incinerator sederhana sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih terkontrol. Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik serta dampak negatif pembakaran sampah secara terbuka terhadap kesehatan dan lingkungan. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan cara kerja incinerator sederhana yang dapat membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, khususnya sampah kering, sehingga lingkungan dapat tetap bersih dan nyaman.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, juga dilakukan peresmian penggunaan incinerator sederhana yang ditandai dengan penyerahan alat kepada pihak desa dan perwakilan masyarakat Desa Pasekan. Peresmian ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan pengelolaan sampah yang lebih terorganisir di lingkungan desa. Sekretaris Desa Pasekan, Fajar Ardhanta, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN 118 UNS tersebut. Ia menilai bahwa inovasi pengelolaan sampah ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat desa dalam menangani permasalahan sampah yang sering muncul setelah kegiatan masyarakat. “Program seperti ini sangat membantu masyarakat dalam mengelola sampah. Ke depan, incinerator sederhana ini bahkan bisa dikembangkan dengan konsep satu RT satu alat sehingga pengelolaan sampah bisa lebih tertata,” ujar Fajar Ardhanta. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG’s 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya menjaga kesehatan lingkungan, SDG’s 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, serta SDG's 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan sampah yang lebih bijak dan berkelanjutan.
