KKN-PK 69 Unhas Edukasi Gerakan 3M, Sekolah Apresiasi Upaya Cegah DBD Sejak Dini

Mahasiswa KKN Profesi kesehatan Universitas hasanuddin angkatan 69 di Desa Kalosi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari kknpk69 unhas desakalosi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sidrap - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) 69 melaksanakan program kerja Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Gerakan 3M di tiga sekolah dasar di Desa Kalosi, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, yakni MI DDI Kalosi pada 17 Juli 2026, SD Negeri 6 Tanrutedong pada 21 Juli 2026, dan SD Negeri 12 Tanrutedong pada 24 Juli 2026. Program yang diinisiasi oleh Putri Anisya, mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin selaku penanggung jawab program, ini diikuti oleh 182 siswa kelas IV, V, dan VI.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai DBD, kemudian dilanjutkan penyampaian materi secara interaktif tentang penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan melalui Gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Siswa juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab sebelum diberikan post-test sebagai evaluasi akhir.
Putri Anisya menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini agar siswa mampu berperan aktif dalam mencegah penyebaran DBD. "Kami berharap siswa tidak hanya memahami bahaya Demam Berdarah Dengue, tetapi juga menjadikan Gerakan 3M sebagai kebiasaan sehari-hari dan mengajak keluarga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.
Kepala MI DDI Kalosi, Hasnawati, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. "Program edukasi seperti ini sangat membantu sekolah dalam menambah pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi. Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan serta mendorong terbentuknya perilaku hidup bersih sebagai langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue di lingkungan sekolah dan masyarakat Desa Kalosi.
