Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Edukasi Batas Pakai Obat & Kosmetik di Desa Kalosi

Mahasiswa KKN Profesi kesehatan Universitas hasanuddin angkatan 69 di Desa Kalosi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari kknpk69 unhas desakalosi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sidrap-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja Peningkatan Mutu Kesehatan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemahaman Batas Pakai Sediaan Farmasi (BUD) dan Kosmetika (PAO). Kegiatan diawali dengan pelaksanaan edukasi secara kelompok kepada kader kesehatan di Kantor Desa Kalosi, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang pada 23 Juli 2026. Pokok pembahasan meliputi perbedaan tanggal kedaluwarsa pabrik (Expiration Date/ED), batas aman penggunaan obat setelah dibuka (Beyond Use Date/BUD), serta batas pakai kosmetik (Period After Opening/PAO).
Selanjutnya, penanggung jawab program kerja yaitu Andra Rangga Radjasa, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Hasanuddin membahas konsep ED vs BUD vs PAO, panduan masa simpan berbagai bentuk sediaan obat (seperti sirup, tetes mata, dan puyer), tanda-tanda kerusakan produk, hingga 5 langkah penyimpanan obat yang benar di rumah. Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait permasalahan obat yang sering ditemui di posyandu maupun lingkungan sekitar. Di akhir sesi kelompok, kader menerima leaflet interaktif sebagai media edukasi yang dapat dibaca kembali secara mandiri atau digunakan saat bertugas.
Selain edukasi yang dilaksanakan di Kantor Desa Kalosi, edukasi juga dilaksanakan melalui metode door to door dengan mengunjungi rumah-rumah kader dan warga. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 26 Juli 2026 bertujuan menjangkau masyarakat yang tidak dapat menghadiri kegiatan di kantor desa sekaligus memberikan edukasi secara lebih personal.
"Kegiatan seperti ini bermanfaat karena dapat menyadarkan Masyarakat sekitar terkait batas pakai obat dan kosmetik. Pendekatan dari rumah ke rumah juga sangat membantu warga yang berhalangan hadir di kantor desa agar tetap mendapatkan informasi penting ini," ujar Ibu D, salah seorang kader kesehatan Desa Kalosi.
Melalui kegiatan ini diharapkan para kader kesehatan dan masyarakat Desa Kalosi dapat menerapkan prinsip penggunaan dan penyimpanan obat yang aman dalam kehidupan sehari-hari.
