Pelita Organik: KKN UNEJ Sumber Gading Mengubah Limbah Jadi Pupuk

Kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember Membangun Desa (KKN-UMD) Tahun 2025 diterjunkan di Desa Sumbergading, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 35 hari.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari kknsumbergading tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber Gading, Sumberwringin 2025 – Mahasiswa KKN Universitas Jember yang bertugas di Desa Sumber Gading, Kecamatan Sumberwringin, meluncurkan program utama bertajuk “Pelita Organik: Gerakan Mengakhiri Ketergantungan Pupuk Kimia”. Program ini berfokus pada inovasi pupuk organik berbasis limbah pertanian yang diolah menjadi produk bernilai guna tinggi, sekaligus solusi bagi masalah lingkungan dan ketahanan pangan desa. (Baca juga: KKN-K 184: Sosialisasi Pengendalian Hama Tembakau di Desa Kalisat)
Selama ini, petani di wilayah Sumber Gading masih bergantung pada pupuk kimia yang harganya semakin mahal dan berdampak buruk terhadap kualitas tanah. Melalui Pelita Organik, mahasiswa KKN UNEJ berupaya mengubah paradigma petani dengan menghadirkan pupuk ramah lingkungan yang murah, mudah dibuat, serta efektif menyuburkan tanah.
Pupuk Pelita Organik ini dibuat dari bahan utama limbah pertanian berupa jerami padi dan batang jagung, yang biasanya hanya dibakar dan berpotensi mencemari udara. Dengan diolah menjadi pupuk organik, limbah tersebut tidak hanya mengurangi polusi, tetapi juga memberikan nilai tambah yang besar bagi petani.
“Gerakan ini bukan sekadar membuat pupuk, tapi mengajak petani beralih ke pertanian sehat dan mandiri. Kami ingin masyarakat tidak lagi terikat pada pupuk kimia,” ujar salah satu mahasiswa KKN.
Momen menarik terjadi saat sosialisasi berlangsung. Kepala Desa Sumbergading menantang salah satu mahasiswa KKN yang memang berasal dari desa tersebut untuk melanjutkan program Pelita Organik setelah KKN berakhir. Beliau bahkan menyatakan siap mendanai penuh kelanjutan program tersebut agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Baca juga: Gapoktan Desa Kedungsumber Ikuti Sosialisasi Pembuatan Pupuk Cair PSB Bersama KKN – TK 24 Unigoro)
Kepala Desa menegaskan, “Program Pelita Organik ini sangat bermanfaat bagi petani kita. Saya tidak ingin inovasi ini hanya berhenti pada masa KKN saja. Karena itu, saya menantang salah satu mahasiswa KKN yang asli Sumbergading untuk melanjutkan program ini setelah teman-temannya selesai. Jangan khawatir soal biaya, Pemerintah Desa siap mendukung dan mendanainya penuh demi kemandirian pangan dan kesejahteraan petani kita.”
Dengan adanya Pelita Organik, KKN UNEJ 2025 di Desa Sumbergading berharap dapat meninggalkan warisan berharga berupa gerakan pertanian berkelanjutan. Bukan hanya untuk satu musim tanam, tetapi menjadi langkah jangka panjang menuju kemandirian pangan desa.
