KKNT IPB Kenalkan Bumbung Parasitoid lewat SOBAT Padi sebagai Pengendalian Hama

KKNT Inovasi IPB 2026, Desa Makmurjaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKNT IPB Desa Makmurjaya 2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar program SOBAT Padi (Solusi Botol Predator Alami) bersama Kelompok Tani (Poktan) 1 Desa Makmurjaya pada Rabu (05/08/2026). Kegiatan ini hadir sebagai langkah edukasi dan inovasi lokal dalam mengendalikan hama penggerek batang padi secara hayati menggunakan pemanfaatan botol plastik bekas sebagai bumbung.
Serangan hama penggerek batang padi hingga kini masih menjadi salah satu tantangan petani dalam mempertahankan hasil panen. Ketergantungan pada pemakaian pestisida kimia berlebih tidak hanya menaikkan biaya produksi, tetapi juga berisiko merusak ekosistem tanah dan biota sawah. Melihat kondisi tersebut, tim KKNT IPB membawa solusi bumbung parasitoid menggunakan wadah hasil modifikasi botol plastik bekas yang difungsikan sebagai tempat berkembang biak musuh alami (predator) hama padi.
Edukasi Bumbung Parasitoid hingga Pengenalan Padi IPB 9G
Kegiatan edukasi ini dihadiri oleh petani dari Poktan 1 Desa Makmurjaya. Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi dari mahasiswa mengenai konsep dasar parasitoid, manfaatnya bagi ekosistem sawah, hingga tata cara pembuatan dan cara kerja bumbung parasitoid.
Selama kegiatan, para petani aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar kendala gangguan hama di lahan sawah mereka. Selain mengulas bumbung parasitoid, tim KKNT IPB juga memperkenalkan salah satu inovasi benih unggul IPB, yaitu Varietas Padi IPB 9G, yang dirancang sebagai padi tahan cekaman kekeringan.
Padi IPB 9G merupakan padi varietas genjah yang periode tanamnya singkat, yaitu sekitar 80-90 hari dan selain ditanam di lahan kering dapat juga ditanam di lahan sawah yang macak-macak. Selain itu, produtivitas padi IPB 9G ini dapat mencapai 9-11 ton/ha dengan jumlah bulir per malai mencapai 158 bulir apabila dilakukan pemeliharaan yang maksimal. Keunggulan lain dari padi varietas ini yaitu tahan terhadap beberapa penyakit dan hama, seperti blas, bercak daun, wereng coklat, dan burung karena daun benderanya yang tinggi dan tegak sehingga hama burung menghindari memakan bulir padi.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hibah dari IPB University berupa alat emposan, Padi IPB 9G, dan sejumlah PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria).
Melalui program SOBAT Padi, tim KKNT IPB berharap para petani di Desa Makmurjaya dapat mengadopsi metode pengendalian hama secara alami yang hemat biaya dan ramah lingkungan. Penggunaan bumbung parasitoid serta pengenalan varietas Padi IPB 9G ini diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem sawah sekaligus mendukung peningkatan hasil panen masyarakat setempat.
