Konten dari Pengguna

Mahasiswa IPB Dukung Kemajuan Desa Makmurjaya Lewat Inovasi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKNT IPB Desa Makmurjaya 2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa IPB Dukung Kemajuan Desa Makmurjaya Lewat Inovasi
zoom-in-whitePerbesar

Mengawali gerak pengabdian di tengah masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University Kelompok Karawang 09 sukses menggelar Lokakarya 1 di Kantor Desa Makmurjaya, Karawang.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan mahasiswa dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk menyamakan persepsi dan mematangkan rencana kerja selama satu bulan ke depan.

Dalam forum tersebut, tim KKNT memaparkan lima program unggulan melalui program besar bertajuk "Optimalisasi Potensi Desa Makmurjaya Melalui Akselerasi Program Lingkungan, Kesehatan, dan Ekonomi Digital" yang dirancang berdasarkan permasalahan dan potensi di Desa Makmurjaya. Kehadiran program-program ini disambut baik oleh pihak pemerintah desa yang berharap kolaborasi ini mampu membawa perubahan positif bagi dinamika desa.

Pada sektor lingkungan dan pertanian, tim KKNT meluncurkan dua program, yaitu PELITA dan SOBAT PADI.

Program PELITA (Pengelolaan Lingkungan Terpadu) terdiri dari empat kegiatan, yaitu pemanfaatan lahan sempit melalui pembuatan garden tower, pembuatan pestisida nabati, pengolahan gulma air (eceng gondok) menjadi mulsa organik untuk pertanian berkelanjutan, serta edukasi pengelolaan sampah sejak dini di Sekolah Dasar melalui pelatihan daur ulang tutup botol menjadi gantungan kunci. Sementara, untuk menjawab tantangan sektor pertanian, program SOBAT PADI (Solusi Botol Predator Alami) hadir mengenalkan metode hayati berupa pembuatan bumbung parasitoid guna mengendalikan hama penggerek batang padi secara alami dan ramah lingkungan.

Tak hanya lingkungan, perhatian tim juga tertuju pada sektor kesehatan keluarga melalui program SIGIZI (Siaga Gizi Ibu dan Balita). Program ini berfokus pada sosialisasi mengenai pencegahan stunting yang menyasar ibu menyusui dan ibu dengan balita di Desa Makmurjaya. Harapannya, program ini dapat mendorong kesadaran pemenuhan gizi yang lebih baik.

Sektor ekonomi digital desa turut diakselerasi melalui program PETA dan DIGDAYA. Pada program PETA (Pemetaan Toko dan Alamat), tim melakukan geo-tagging UMKM potensial setempat ke dalam Google Maps, sekaligus memfasilitasi pembuatan sistem pembayaran digital (QRIS) bagi pelaku usaha yang membutuhkan. Langkah digitalisasi ini diperkuat oleh program DIGDAYA (Digitalisasi Data dan Layanan Desa) yang berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi untuk memudahkan akses layanan informasi ke depannya.

Harapannya, seluruh rangkaian program kerja ini dapat membawa dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Makmurjaya. Melalui sinergi ini, tim berharap dapat meningkatkan kualitas lingkungan desa secara berkelanjutan, mengakselerasi pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi ekonomi dan layanan publik, serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga gizi.