Konten dari Pengguna

Saling Belajar Cegah Stunting, Tim KKNT IPB Gelar SIGIZI di Desa Makmurjaya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKNT IPB Desa Makmurjaya 2026 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Edukasi Cegah Stunting pada Ibu dengan Balita di Posyandu Durian 6, Desa Makmurjaya
zoom-in-whitePerbesar
Edukasi Cegah Stunting pada Ibu dengan Balita di Posyandu Durian 6, Desa Makmurjaya

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar program Siaga Gizi Ibu dan Balita (SIGIZI) di Posyandu Durian 6, Desa Makmurjaya, Kab. Karawang, pada Senin (20/7/2026). Kegiatan ini hadir sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran warga dalam mencegah stunting sejak dini. Pelaksanaannya dihadiri oleh para kader Posyandu, Ketua RT, dan kepala Desa Makmurjaya.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 mencatat angka stunting di Karawang membaik menjadi 16,3 persen, lebih rendah dari rata-rata Provinsi Jawa Barat dan nasional. Meski menunjukkan capaian positif, upaya pendampingan masyarakat tetap harus terus berjalan demi mencapai target daerah pada 2026 secara optimal.

Fokus utama penanganan stunting berada pada anak usia 0 sampai 2 tahun. Masa ini merupakan periode penting yang menentukan kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan. Jika kebutuhan gizi pada masa ini tidak terpenuhi, anak berisiko mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan perkembangan otak.

Edukasi Gizi Seimbang dan PHBS

Merespons kondisi tersebut, tim KKNT menginisiasi program SIGIZI: Siaga Gizi Ibu dan Balita sebagai langkah edukatif berbasis masyarakat. Kegiatan diisi dengan penyampaian materi seputar definisi stunting, penyebab dan ciri-ciri stunting, Isi Piringku, pedoman gizi seimbang, serta pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi.

Untuk mengevaluasi pelaksanaan edukasi terkait pencegahan stunting dilakukan pengisian pre-test dan post-test yang berisi sepuluh pertanyaan terkait materi yang disampaikan.

Melalui program SIGIZI, tim KKNT berharap para ibu di Desa Makmurjaya semakin paham dan terbiasa menerapkan pola asuh serta pemberian makanan bergizi di rumah. Pemenuhan gizi yang tepat sejak dini diharapkan dapat membantu anak-anak tumbuh sehat dan memutus rantai stunting di Desa Makmurjaya.