Konten dari Pengguna

Monitoring pada Keluarga dengan Anak Berisiko Stunting di Desa Candiharjo

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKNT102 UPNVJT tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama Ibu dengan Anak Beresiko Stunting. [Dokumen Pribadi]
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama Ibu dengan Anak Beresiko Stunting. [Dokumen Pribadi]

Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan tujuan untuk memantau serta melakukan pendampingan keluarga balita sehingga orang tua khususnya ibu dapat lebih memahami terkait pentingnya pemenuhan gizi dan pemberian ASI maupun Makanan Pendamping ASI (MPASI) kepada balita sebagai pencegahan stunting. Mahasiswa KKN melakukan kegiatan monitoring bersama tim Puskesmas Pembantu Candiharjo (Bidan Desa) serta kader posyandu setiap dusun di Desa Candiharjo sebagai mitra. Pemilihan Puskesmas Pembantu Candiharjo sebagai mitra dikarenakan lebih mengetahui cara penanganan stunting yang tepat sehingga mahasiswa dapat melakukan pendampingan yang sesuai.

Sasaran dalam kegiatan kali ini adalah balita yang mengalami penurunan berat badan dari 3 bulan terakhir di Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, balita yang mengalami penurunan berat badan sejumlah 5 anak. Kegiatan monitoring dilaksanakan di tiga Dusun diantaranya, Balai Dusun Perjito, Pustu Candiharjo, dan yang terakhir di Balai Dusun Kesono Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro pada tanggal 07-09 Juni 2022.

Adapun alur kegiatan yang digunakan oleh kami adalah observasi dan Pre-test, monitoring, dan Post-test. Tahap observasi dimulai dari mengikuti kegiatan posyandu yang ada di tiga dusun Desa Candiharjo. Pada tahap ini kami melakukan pemantauan berat badan terhadap balita yang ada di Desa Candiharjo. Pada pemantauan ini ditemukan beberapa permasalahan terkait balita yang mengalami penurunan berat badan sehingga dapat dikatakan anak tersebut terindikasi stunting. Melihat kondisi tersebut, kami mengadakan Pre-test kegiatan (pra-monitoring) kepada partisipan di tiap Dusun Desa Candiharjo untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan serta wawasan responden tentang Stunting yang berkaitan dengan asupan gizi anak berupa Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Pada tahap monitoring, sebelumnya keluarga pendamping anak yang berisiko stunting diberikan pre-test tentang berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan MPASI, seperti pengaruh pemenuhan MPASI pada bayi, pemenuhan gizi usia 6-36 bulan, kelanjutan pemberian ASI disertai Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang baik, cara membuat MPASI dari makanan keluarga, dan cara membuat MPASI dari bahan mentah. Pada anak juga dilakukan skrining balita, kegiatan ini diawali dengan menimbang berat badan balita, setelah itu hasilnya dimasukkan ke dalam KMS (Kartu Menuju Sehat) dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan anak setiap bulannya. Setelah diketahui anak yang mengalami penurunan berat badan, kami melakukan monitoring.

Pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS). [Dokumen Pribadi]

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi. Setelah pemberian materi, maka kegiatan ini diakhiri dengan post-test. Pelaksanaan pre-test diharapkan dapat dijadikan tolok ukur untuk melihat pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi dan MPASI pada balita. Hasil pre-test menunjukkan bahwa Ibu dari balita tersebut belum memahami secara benar tentang pentingnya pemenuhan gizi dan pemberian ASI beserta Makanan Pendamping ASI (MPASI) kepada balita.

Pendampingan dan Pemberian Materi Kepada Ibu Balita yang Terindikasi Risiko Stunting. [Dokumen Pribadi]

Setelah dilaksanakan proses monitoring melalui pendampingan dan pemberian materi dengan media leaflet didapatkan hasil berupa kemampuan keluarga tentang pencegahan risiko stunting mengalami peningkatan yang signifikan serta jumlah balita yang berat badannya turun mengalami peningkatan berat badan. Seluruh kegiatan monitoring ini dilakukan dengan pemberian MPASI kepada balita yang mengalami penurunan berat badan.

Pemberian Bahan MPASI kepada Ibu Balita. [Dokumen Pribadi]

Tahapan monitoring dilaksanakan setiap minggu sekali dengan cara dilakukan penimbangan berat badan dan tumbuh kembang anak untuk mengetahui penurunan risiko stunting. Monitoring merupakan sebuah proses yang dilakukan secara kontinyu mulai dari pengumpulan data hingga progress yang dicapai pada program kerja tersebut hingga dampak dan efek dari adanya program tersebut. Kegiatan monitoring diperlukan untuk melihat tingkat keberhasilan dan ketercapaian tujuan dan manfaat program-program pembangunan.

Kegiatan Peninjauan Kembali. [Dokumen Pribadi]

Setelah diadakan monitoring kepada Ibu dari balita yang terindikasi stunting Desa Candiharjo diberikan post-test yang dilakukan dengan maksud untuk mengetahui seberapa besar pemahaman Ibu dari balita tentang materi yang disampaikan yaitu mengenai MPASI.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar serta keluarga sangat antusias dengan kegiatan monitoring MPASI ini, serta peningkatan pengetahuan yang diperoleh setelah adanya monitoring dibandingkan sebelum adanya monitoring dapat dilihat dari nilai Pre-test.